Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan SAR Nasional (Basarnas) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama tim gabungan terus mencari satu orang korban yang hanyut karena banjir di Desa Mapur, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, sejak Minggu (29/12).


"Korban atas nama Akong (57) yang merupakan seorang pekerja tambang diinformasikan hanyut ketika terjadi banjir di Desa Mapur," kata Kepala Basarnas Babel Jumaril di Pangkalpinang, Senin.


Ia menjelaskan, pihaknya mendapat laporan dan permintaan dari bupati setempat untuk segera melakukan pencarian dan menemukan korban hanyut itu.


"Personel Basarnas Babel yang semula berada di Desa Deniang, Kecamatan Riau Silip dan juga tengah mencari korban hanyut dibagi menjadi dua tim yang salah satunya di kirim ke Desa Mapur," tambahnya.


Ia mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mendapat kejelasan tentang informasi korban hanyut di Desa Mapur karena tidak ada saksi yang melihat atau memberikan keterangan awal untuk pencarian.


"Informasi korban hanyut di Desa Mapur belum jelas karena tidak adanya saksi yang melihat awal kejadian tersebut sehingga kami cukup kesulitan untuk menemukan korban," katanya.


Namun demikian, kata dia, pihaknya tetap melakukan pencarian terhadap korban hanyut tersebut dengan menyisir lokasi yang diduga sebagai awal mula kejadian.


"Pencarian korban hanyut dilakukan bersama tim gabungan yang terdiri dari Polres setempat, Polair, Brimob, TNI, Tagana dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Babel," katanya.


Sementara itu, satu korban hanyut lainnya yakni di Desa Deniang telah ditemukan tim gabungan, Senin Sore, dalam keadaan sudah meninggal dunia serta telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit setempat.


"Pencarian korban hanyut di Desa Deniang dimuali sejak Minggu (29/30) di sekitar lokasi kejadian dan telah dievakuasi menggunakan jaring karena medan yang cukup rawan karena banyak kolong pertambangan timah yang kedalaman galian mencapai 11 meter," katanya.


Pewarta: Pewarta: Ongku Sutan Harahap
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026