Siaran pers yang diterima di Pangkalpinang, Rabu, menjelaskan produk-produk unggulan tersebut meliputi teh pelawan, minuman teh pelawan, madu pelawan, minuman madi pelawan, lada putih, lada hitam, dan beras merah.
Produk-produk tersebut dikemas sebagai bagian dari oleh-oleh khas Bangka yang saat ini pemasarannya sudah merambah ke daerah-daerah lain di Indonesia, seperti Jakarta, Solo, Surabaya, Kalimantan, dan Batam.
Keunikan lain dari desa yang berada persis di bawah jalur saluran udara tegangan tinggi (SUTT) ada pada wisata alamnya. Pengunjung dapat melihat keindahan hutan pelawan dan menikmati makan bedulang, suatu cara makan adat Bangka, dengan suguhan pemandangan Danau Namang yang indah.
Untuk mengembangkan usaha tersebut PLN Peduli menyalurkan pinjaman lunak melalui program kemitraan kepada pelaku UMKM di desa tersebut.
Selain itu, dukungan melalui program Bina Lingkungan kepada komunitas Desa Namang untuk mengembangkan kelompok-kelompok tani di lingkungan tersebut.
Hasil pelaksanaan program tersebut, antara lain berupa Toko Pelawan sebagai salah satu pelaku UMKM di desa tersebut yang berhasil menyabet penghargaan Paramakarya yang diberikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kala pada 8 Desember 2017 dengan kualifikasi "Benchmarking Leader".
"Terima kasih kami ucapkan kepada segenap pihak yang telah mendukung kami, khususnya PLN Peduli, Pemerintah Bangka Tengah dan Gubernur Provinsi Bangka Belitung atas bimbingannya sehingga kami dapat menjadi seperti saat ini," ujar Pengelola Toko Pelawan, Zaiwan.
Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman menyatakan dukungannya terhadap produk-produk UMKM asal daerah itu yang telah merambah pasar nasional.
"Kami mendukung selalu produk-produk UMKM untuk dapat maju dan berkembang, sinergi antara pemerintah daerah dan BUMN seperti PLN ini akan sangat membantu meningkatkan perkembangan UMKM di Bangka Belitung," katanya.
General Manager PLN Wilayah Bangka Belitung Susiana Mutia menyampaikan pentingnya sinergi dalam membangun suatu kawasan wisata.
"Desa Namang merupakan desa yang berpotensi besar menjadi daya tarik pengunjung. Oleh karena itu, PLN selalu bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung dan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah agar dampaknya menjadi lebih besar," ujarnya.
Selain itu, pada sisi pasokan listrik, PLN juga membangun saluran udara tegangan menengah (SUTM) sepanjang 5,4 kms dan saluran udara tegangan rendah (SUTR) sepanjang 2,72 kms.
Panjang jalur tersebut terdiri atas 139 batang tiang beton dan gardu berdaya 50 kVA dengan total biaya investasi Rp1,3 miliyar. Hal tersebut akan segera diselesaikan pada Desember 2017.
Pewarta: Try Mustika HardiEditor : Riza Mulyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.