Inflasi ini terjadi karena adanya kenaikan beberapa indeks kelompok pengeluaran masyarakat,Pangkalpinang (Antaranews Babel) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan Kota Pangkalpinang pada Januari 2018 mengalami inflasi 1,27 persen dengan indeks harga konsumen 138,69, karena kenaikan pengeluaran masyarakat di daerah itu.
"Inflasi ini terjadi karena adanya kenaikan beberapa indeks kelompok pengeluaran masyarakat," kata Kepala BPS Kepulauan Babel Darwis Sitorus di Pangkalpinang, Jumat.
Ia menjelaskan indeks pengeluaran yang mengalami kenaikan di antaranya kelompok bahan makanan sebesar 5,51 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,50 persen; perumahan, air, listrik dan bahan bakar sebesar 0,24 persen; sandang 0,11 persen; serta kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga sebesar 0,90 persen.
Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks pada awal tahun 2018 yaitu kesehatan 0,01 persen dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan turun 2,86 persen.
"Kelompok bahan makanan seperti beras, cabai, ayam, ikan dan lainnya naik, karena pasokan dari luar daerah berkurang sebagai dampak kondisi cuaca di perairan yang tidak baik," katanya.
Darwis mengatakan tingkat inflasi tahun kalender Januari 2018 sebesar 1,27 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2018 terhadap Januari 2017) sebesar 2,21 persen.
"Komponen inti pada Januari tahun ini mengalami inflasi sebesar 0,87 persen. Inflasi komponen bergejolak sebesar 5,41 persen, sedangkan komponen diatur pemerintah deflasi sebesar 1,96 persen," ujarnya.
Ia memperkirakan tingkat inflasi Februari akan mengalami penurunan, karena pasokan berbagai kebutuhan masyarakat yang kembali lancar dan harga turun seiring kondisi perairan yang sudah membaik untuk lalu lintas kapal laut dalam memasok bahan pangan masyarakat daerah ini," katanya
Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.