"Untuk tahun ini sampai dengan Februari sudah ada enam pelanggan besar yang terealisasi, dan kami menargetkan minimal menambah 50 pelanggan besar dengan total KVA yang harus disambung sekitar 125 KVA dan pada tahun ini harus tumbuh 8,94 persen," kata Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Wilayah Bangka Belitung, Rino Gumpar Hutasoit di Pangkalpinang, Senin.
Target tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 35 pelanggan besar yang terealisasi. Dalam hal ini, pihaknya optimistis target itu dapat tercapai dengan sasaran perusahaan smelter, tambak udang dan hotel.
"Sampai saat ini yang sudah mendaftar kurang lebih sekitar 60 pelanggan besar dan sudah menandatangani nota kesepahaman dengan PLN. Nota kesepahaman tersebut ada yang hanya sampai dengan November dan Desember, serta bergeser ke 2019," ujarnya.
Ia mengatakan, yang sering menjadi kendala dalam upaya menambah pelanggan besar tersebut yaitu masalah finansial, dimana para investor tidak bisa memulai usahanya.
Kendala lain berkaitan dengan masalah perizinan yang sulit dikeluarkan oleh pemerintah daerah. "Selama ini izinnya sulit dikeluarkan, namun ternyata setelah izinnya dikeluarkan ada yang sampai 10 tahun usahanya tidak dijalankan," ujarnya.
Mengenai persediaan listrik, Rino Hutasoit mengatakan para investor tidak perlu khawatir karena saat ini daya yang dimiliki PLN sangat bagus dan cukup besar.
"Ketersediaan listrik kita cukup bagus, ada sekitar 50 Megawatt di Bangka dan 40 Megawatt di Belitung. Persediaan ini bisa melayani sekitar 200 perusahaan besar dan sangat cukup untuk melayani kelistrikan para investor," katanya.
Pewarta: Try Mustika HardiEditor : Riza Mulyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.