Muntok (Antara Babel) - Harga telur ayam ras di Muntok, Kepulauan Bangka Belitung menembus Rp2.000 per butir dipicu cuaca buruk yang terjadi dalam beberapa hari terakhir sehingga mempengaruhi tersendatnya pasokan dari luar daerah.


"Biasanya telur kami jual Rp1.200 hingga Rp1.500 per butir, sedangkan harga telur ayam kampung Rp3.000 per butir," ujar pemilik warung sayuran Muryanti (35) di Muntok, Kamis.


Tersendatnya pasokan dari luar daerah, kata dia, tidak hanya mempengaruhi harga telur, namun juga harga sayuran lainnya yang sudah mulai merangkak dalam tiga hari terakhir.


Ia mengatakan, untuk daun bayam saat ini dijual dengan harga Rp4.000 per ikat atau Rp15.000 per kilogram, kangkung Rp3.000 per ikat, kacang panjang Rp12.000 per kilogram,


"Untuk kubis kami jual Rp20.000 per kilogram, wortel Rp25.000 per kilogram, tomat Rp20.000 per kilogram dan petai Rp1.000 per papan," katanya.


Ia menambahkan, untuk kebutuhan pokok lainnya seperti minyak goreng tidak mengalami kenaikan yaitu Rp12.000 per liter, terigu masih stabil di Rp9.000 per kilogram, mi instan Rp2.500 per bungkus.


"Harga daging ayam broiler saat ini Rp35.000 per kilogram," tambahnya.


Sementara itu, Udin (42) penjual ikan laut segar di daerah itu mengatakan dalam beberapa hari terakhir stok ikan di daerah itu berkurang, bahkan ada jenis-jenis ikan tertentu y,g tidak ada persediaan sama sekali.


"Nelayan lokal tidak berani melaut terlalu jauh, sedangkan nelayan sebrang tidak ada yang masuk. Hal ini berdampak pada tingginya harga ikan di daerah itu," kata dia.


Ia mengatakan, ikan sembilang yang biasanya kurang diminati konsumen saat ini Rp35.000 per kilogram, ikan kembung stok lama Rp20.000 per kilogram, untuk kembung baru Rp50.000 per kilogram, tenggiri baru Rp60.000 per kilogram, tenggiri stok lama Rp35.000,


"Untuk udang kami jual dengan harga Rp60.000 per kilogram dan kepiting Rp40.000, harga ikan dan hasil laut lainnya mengalami kenaikan rata-rata Rp10.000 hingga Rp15.000 per  kilogram dibandingkan dengan harga pada hari biasa," kata dia

Pewarta: Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026