Bandung (Antaranews Babel) - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan mengucapkan selamat kepada Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri atas pengukuhan gelar Doktor Kehormatan bidang Politik Pembangunan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

"Selamat mbak Mega mendapatkan gelar Doktor Kehormatan untuk ke sekian kali, selamat untuk mbak Mega," kata Zulkifli Hasan usai mengahadiri pengukuhan gelar Doktor Kehormatan di IPDN, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Kamis.

Zulkifli dalam kesempaTan tersebut mendukung gagasan Megawati untuk membuat Garis-Garis Besar Haluan Negara dalam orasi ilmiah pada pengukuhan tersebut.

Sementara itu, Pemberian gelar Doktor Kehormatan kepada Presiden Ke-5 bernama lengkap Dyah Permata Megawati Setyawati tersebut bertepatan dengan Hari Perempuan Sedunia yang diperingati setiap 8 Maret.

Zulkifli Hasan beserta para tamu VIP lain memasuki ruang Gedung Balairung Jenderal Rudini Kampus IPDN pukul 09.40WIB, sekitar sepuluh menit kemudian upacara penganuherahan dimulai dengan diawali kedatangan Megawati dengan menggunakan jubah toga diiringi dengan mars IPDN.

Dalam kesempatan itu Zulkifli Hasan yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut diduduk berdampungan dengan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta yang juga Ketua Umum Partai Hanura. Tampak pula Ketua Umum PPP M Romahurmuziy, mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Sementara itu, gelar Doktor Honoris Causa dari IPDN tersebut merupakan gelar kehormatan ketujuh yang diterima putri Presiden Soekarno tersebut.

Keenam gelar Doktor Honoris Causa yang telah diterima Megawati, yakni dari Universitas Waseda, Tokyo, Jepang (2001), Moscow State Institute of International Relation, Rusia (2003).

Kemudian Korea Maritime and Ocean University, Busan, Korsel (2015), Universitas Padjadjaran (2016), Universitas Negeri Padang (2017) dan Mokpo National University, Mokpo, Korsel (2017).

Pewarta: Muhammad Arief Iskandar
Editor : Riza Mulyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026