berbicara pariwisata Belitung Timur tentunya tidak sekadar pantai, tetapi banyak spot lain yang bisa dimaksimalkan misalnya bekas lahan tambang timah,Manggar, Belitung Timur (Antaranews Babel) - Pengamat pariwisata F Rach Suherman mengatakan lahan bekas tambang bijih timah di Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berpotensi menjadi objek wisata menarik untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan ekonomi masyarakat di daerah itu.
"Berbicara pariwisata Belitung Timur tentunya tidak sekadar pantai, tetapi banyak spot lain yang bisa dimaksimalkan misalnya bekas lahan tambang timah," kata F Rach Suherman yang juga pakar properti di Manggar, Kamis.
Ia mengatakan keindahan alam di Belitung Timur tidak kalah dengan Belitung. Banyak pantai berpasir putih yang masih alami "perawan" dan menunggu sentuhan tangan dingin para investor untuk bisa menyulapnya menjadi zona wisata yang mempesona.
"Sangat mungkin lahan bekas tambang dikembangkan menjadi kawasan pariwisata, karena saat ini konsentrasi modal di bisnis properti sedang bergerak menuju wilayah atau potensi baru di luar kota besar," katanya.
Menurut dia, masalah pengembangan potensi daerah ini adalah ketidakpastian berusaha, mulai dari waktu, biaya, perizinan, dan resistensi sosial. Hal-hal tersebut yang membuat pemilik modal enggan masuk ke daerah.
Persoalan penyederhanaan perizinan properti seperti amanat dalam Paket Ekonomi XIII Presiden Jokowi, belum berdampak luas kepada proyek selain rumah-rumah murah (subsidi). Regulasi jalan di tempat dan pengusaha melakukan "capital drain".
"Untuk mengelola area bekas tambang membutuhkan revolusi berpikir dan berbuat," ujarnya.
Namun demikian, kata dia, terpenting, sepanjang legalitas lahan dan peruntukan pascapenambangan jelas, sebaiknya lahan-lahan seperti ini cepat-cepat direvitalisasi.
Hal itu penting agar menjadi manfaat baru yang memberi nilai tambah kepada masyarakat banyak baik dari sisi ekonomi, sosial, dan peningkatan daya saing daerah.
Tentu saja perlu melibatkan semua stakeholder dan menghadirkan pemodal sehingga lahan bekas tambang tidak kehilangan nilai kelola. Akan tetapi, sebelumnya, perlu ditetapkan perda yang akuntabel untuk lahirnya tim teknis yang cerdas, jujur, dan tidak memiliki agenda tersembunyi.
"Pengusaha butuh kepastian bisnis, masyarakat butuh dampak positif. Ada banyak alternatif pemanfaatan yaitu perumahan atau permukiman, sarana pendidikan, ibadah, tempat rekreasi, perdagangan, dan jasa. Pola pikirnya adalah sinergi ekonomi (keuntungan) dan kedaulatan masyarakat daerah," ujarnya.
Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.