"Kami menutup toko dan meliburkan karyawan karena kami akan merayakan Imlek bersama keluarga,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Sehari menjelang perayaan Imlek warga keturunan Tionghoa di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel) mulai menutup toko-toko mereka.

Seperti yang terlihat di sejumlah pasar di Pangkalpinang, Kamis, sebagian toko milik warga keturunan Tionghoa tutup. Mereka memilih menutup toko dan meliburkan karyawannya untuk memeriahkan Imlek.

"Kami menutup toko dan meliburkan karyawan karena kami akan merayakan Imlek bersama keluarga," kata Aliong, seorang pemilik toko makanan khas daerah di Pasar Pembangunan Pangkalpinang.

Ia mengatakan, dirinya baru kembali akan membuka tokonya pada Senin (3/2).

"Hari ini kami akan melakukan sembahyang roh untuk menghormati leluhur, orang tua dan sanak famili, besoknya kami merayakan Imlek dengan melakukan kunjungan ke rumah sanak famili," ujarnya.

Sementara A Hong, salah seorang pemilik toko sembako mengaku masih membuka tokonya karena pelanggannya cukup ramai.

"Saya terpaksa masih membuka toko karena konsumen masih banyak dan kasihan mereka jika saya tidak berjualan," ujarnya.

Menurut dia, merayakan Imlek sangat penting untuk menghormati arwah orang tua dan meningkatkan tali silaturahim dengan sanak famili, tetangga, teman dan lainnya.

"Kalau konsumen sudah mulai sepi baru saya tutup tokonya dan biasanya konsumen mulai sepi pada pukul 13.00 WIB," ujarnya.

Ia menjelaskan, menjelang Imlek harga sembako masih bertahan tinggi, karena pasokan yang kurang dari luar daerah seiring masih memburuknya kondisi perairan di Bangka Belitung.

"Harga kebutuhan pokok ini masih bertahan tinggi karena harga di daerah asal juga tinggi seiring menurunnya produksi," ujarnya.

Ia berharap pada hari H perayaan Imlek harga tidak semakin naik. "Saya rasa harga sembako tidak akan mengalami kenaikan, karena persediaan sembako masyarakat cukup untuk kebutuhan selama satu minggu," ujarnya.


Pewarta: Pewarta : Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026