Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung (Babel), menyatakan kondisi cuaca perairan yang memburuk memicu kenaikkan inflasi Kota Pangkalpinang pada Januari 2014 mencapai 3,79 persen.


"Tingkat inflasi Kota Pangkalpinang  lebih tinggi dibanding inflasi di Kota Palembang Sumatera Selatan 1,05 persen dan DKI Jakarta 1,05 persen," kata Kepala BPS Babel, Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Senin.


Ia menjelaskan, kondisi cuaca di perairan memburuk yang ditandai gelombang tinggi dan angin kencang ini menyebabkan pasokan berbagai kebutuhan warga tersendat karena kapal angkutan barang tidak beroperasi, secara otomatis harga berbagai kebutuhan warga naik.


"Babel merupakan wilayah kepulauan yang sebagian besar kebutuhan pangan dan kebutuhan lainnya dipasok dari luar provinsi seiring terbatasnya hasil pertanian petani di daerah itu," ujarnya.


Ia mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan BPS di pasar tradisional dan moderen pada Januari 2014 terjadi kenaikkan indeks harga konsumen IHK) dari 110,72 pada Desember 201 menjadi 114,92 pada Januari 2014.


Tingkat inflasi tahun kalender (Januari) 2014 sebesar 3,79 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2014 terhadap Januari 2013) 12,06 persen.


"Inflasi ini terjadi karena kenaikkan kelompok bahan makanan 12,54 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembau 2,78 persen, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,91 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,16 persen," ujarnya.


Sedangkan kelompok sandang dan kelompok transpor, komonikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi masing-masing sebesar 0,12 persen dan 1,49 persen, sementara kelompok kesehatan stabil.


Ia menatakan, beberapa komoditas yang mengalami kenaikkan harga antara lain, kangkung, daging ayam, ikan selar, kancang panjang, sawi hijau, air kemasan, bahan bakar rumah tangga, ikan kerisi, tauge dan daun singkong.


Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga yaitu angkutan udara, udang basah, kelapa, nangka mua, sabun cream, pepaya, lengkuas, keladi sayur, emas perhiasan dan kepiting.


"Inflasi ini akan mengalami penurunan apabila transportasi laut kembali normal memasok berbagai kebutuhan warga, seiring membaiknya kondisi cuaca di perairan," ujarnya.

Pewarta: Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026