Pangkalpinang (Antara Babel) - Stok minyak goreng di Provinsi Bangka Belitung mencapai sebanyak 165 ton sehingga mencukuip untuk memenuhi konsumsi masyarakat di daerah ini.


"Stok minyak goreng cukup untuk memenuhi kebutuhan warga dan diperkirakan akan terus bertambah karena pasokan minyak goreng didatangkan secara rutin," kata Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Babel, Husni Tamrin di Pangkalpinang, Kamis.


Ia menjelaskan, stok minyak goreng ini membuat harga kebutuhan memasak makanan ini masih bertahan normal seiring pemintaan yang stabil pasca-Imlek.


Harga minyak goreng merek bimoli botol masih bertahan normal Rp13 ribu per liter, fortune bertahan Rp9.000 per liter, dan minyak goreng tanpa merek bertahan Rp7.000 per kilogram.


Sementara itu, kata dia, stok tepung terigu di gudang distributor sebanyak 50 ton atau mengalami penurunan dibanding stok pekan lalu sebanyak 190 ton, namun demikian stok tersebut masih cukup untuk memenuhi kebutuhan warga.


"Saat ini, pasokan tepung terigu ini mengalami penurunan seiring permintaan warga yang berkurang pasca Imlek," ujarnya.


Ia mengatakan, harga tepung terigu ditingkat pedagang pengecer masih bertahan normal, seperti tepung terigu merek segi tiga biru Rp7.000 per kilogram dan cakra kembar bertahan normal Rp6.000 per kilogram.


"Diperkirakan stok jagung ini cukup dan harga akan terus bertahan normal bahkan cenderung mengalami penurunan seiring pasokan yang meningkat dan lancar dari daerah sentra produksi di Pulau Jawa dan Sumatera," ujarnya.


Menurut dia, harga kebutuhan warga ini akan mengalami kenaikan apabila pasokan dari daerah asal tersendat akibat cuaca buruk, peningkatan permintaan dan kenaikan biaya transportasi laut, darat dalam memasok kebutuhan warga.


"Meski cuaca di perairan memburuk yang berdampak terhentinya lalulintas kapal barang dalam memasok barang, namun pasokan masih lancar menggunakan jasa angkutan udara," ujarnya.


Untuk itu, kata dia, kami mengharapkan pelaku usaha sembako ini untuk terus meningkatkan pasokan, untuk mengantisipasi cuaca buruk di perairan akhir tahun ini.


"Sebagian besar kebutuhan ini dipasok menggunakan jasa angkutan udara, meski biaya transportasi yang lebih tinggi dibanding menggunakan jasa angkutan laut," katanya.

Pewarta: Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026