Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis mengatakan dolar AS masih berada dalam area positif terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah seiring meningkatnya imbal hasil sejumlah obligasi di Amerika Serikat.
"Pelaku pasar uang masih cenderung meningkatkan permintaanya terhadap dolar AS seiring masih meningkatnya laju imbal hasil obligasi AS," kata Reza.
Ia mengharapkan bahwa adanya pernyataan pemerintah melalui Menko Perekonomian, Darmin Nasution yang menyampaikan kurs rupiah akan kembali stabil, serta persiapan Pemilu tidak akan menganggu perekonomian nasional, hingga adanya kerja sama BKPM dengan Hong Kong dalam bidang kepariwisataan untuk meningkatkan pemasukan cadangan devisa dapat mendorong rupiah berbalik terapresiasi.
"Diharapkan sentimen dari dalam negeri itu direspon positif pelaku pasar," katanya.
Sementara itu. pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Rully Nova mengatakan bahwa secara teknikal, ruang penguatan rupiah cukup terbuka setelah nlai tukar domestik itu mengalami depresiasi dalam beberapa hari terakhir ini.
"Selain fundamental ekonomi kita yang bagus, faktor teknikal juga membuka peluang bagi rupiah terapresiasi," kata Rully Nova.
Pewarta: Zubi MahrofiUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.