Toboali, Bangka Selatan (Antara Babel) - Dua orang pekerja tambang inkonvensional (TI) di Desa Tanjung Labu, Kabupaten Bangka Selatan, tewas tertimbun longsor tanah tambang tersebut.


"Saat ini, kedua pekerja tambang korban kecelakaan tambang tersebut sudah dievakuasi dan diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan," kata Kabag Ops Polres Bangka Selatan, Kompol Yusup Rusman di Toboali, Kamis.


Ia menjelaskan, peristiwa kecelakaan tambang yang menewaskan dua pekerja ini terjadi pada
Rabu (12/2) sekitar Pukul 13.30 WIB.


Kedua pekerja yang meninggal itu antara lain Tidin (37) dan Ayib (34), keduanya merupakan warga Desa Tanjung Labu, Kecamatan Lepar Pongok," jelasnya.


Menurut dia, peristiwa yang mengenaskan itu terjadi saat keduanya bersama rekan kerja lainnya sedang berada di lokasi penambangan, lalu tiba- tiba tanah yang berada
di atas mereka longsor hingga meneggelamkan kedua, beruntung teman satunya bisa menyelamatkan diri.

"Dalam aktivitas penambangan itu, mereka melakukan pekerjaan sebanyak tiga orang, salah satu rekan kerja Wid berhasil menyelamatkan diri, saat ditemukan kedua
pekerja tadi dalam keadaan meninggal dunia,"ujarnya.


Ia mengatakan, kedalaman tambang tersebut mencapai kurang lebih 10 Meter, sehingga pekerja sulit untuk menyelamatkan diri apabila terjadi longsoran tanah.


"Kejadian ini terjadi saat keduanya sedang melakukan penyemprotan tanah bagian
bawah tambang, sehingga mereka sulit menyelamatkan diri pada saat terjadi lonsoran tanah bagian atas tambang," tuturnya.


Menurut dia, kecelakaan tambang yang dikelola warga ini cukup rawan karena mereka tidak memiliki peralatan tambang yang baik dan tidak memiliki alat
keselamatan selama melakukan penambangan bijih timah.


"Tanah tambang timah ini rapuh dan mudah terjadi longsor yang memakan korban jiwa," ujarnya.


Pewarta: Pewarta: Parjo
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026