Pangkalpinang (Antaranews Babel) - Harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami kenaikan sebesar 5,56 persen menjadi Rp38.000 dibandingkan hari sebelumnya Rp36.000 per kilogram, karena permintaan masyarakat meningkat.

"Kenaikan harga cabai merah ini masih wajar dan belum memberatkan ekonomi masyarakat," kata Tanaim, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kepulauan Babel di Pangkalpinang, Kamis.

Ia mengatakan berdasarkan pemantauan harga cabai di sejumlah pasar tradisional pada Kamis (24/5) pagi cabai merah biasa naik Rp38.000 dari Rp36.000 per kilogram, cabai merah kriting naik Rp38.000 dari Rp37.000 per kilogram.

Sementara itu harga cabai rawit merah masih bertahan normal Rp50.000 per kilogram dan cabai rawit hijau bertahan Rp30.000 per kilogram.

"Diperkirakan harga cabai ini akan kembali turun, karena stok cukup dan pasokan dari luar daerah masih berjalan lancar," ujarnya.

Menurut dia, saat ini stok cabai merah biasa dan kriting mencapai 40 ton tersebar di tujuh gudang distributor di Pulau Bangka dan Belitung, dengan rincian gudang H Awi 12 ton, Saikun 6 ton.

Selanjutnya stok cabai di gudang Suhadi tiga ton, Acong empat ton, Dayat sembilan ton, Hajidin empat ton dan stok cabai di gudang Nauval dua ton.

"Saat ini distributor tidak berani menyimpan cabai ini terlalu banyak, karena komoditas ini tidak bisa bertahan lama yang akan merugikan pelaku usaha," ujarnya.

Oleh karena itu, para distributor dalam seminggu sekali menambah pasokan untuk mengantisipasi kenaikan harga yang akan memberatkan konsumen selama puasa Ramadhan ini.

"Alhamdulillah harga kebutuhan pokok dan sayur mayur puasa tahun ini cukup stabil, cukup berbeda dibandingkan tahun sebelumnya," katanya.

Pewarta: Aprionis
Uploader : Adhitya SM

COPYRIGHT © ANTARA 2026