Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail di Jakarta, Senin mengatakan bahwa kabar mengenai akan dinaikkannya produksi minyak oleh Rusia dan Arab Saudi mendorong dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang dunia.
"Kabar itu dapat membuat harga harga minyak melemah dan berimbas pada komoditas lainnya," kata Ahmad Mikail.
Ia menambahkan bahwa apresiasi dolar AS terhadap mayoritas mata uang dunia juga ditopang oleh sentimen ketidakpastian politik di Eropa.
Kendati demikian, ia mengatakan bahwa sentimen mengenai imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang menurun seiring sikap "dovish" The Fed atau Bank Sentral AS pasca keluarnya notulensi rapat FOMC bulan Mei.
"Tercatat yield obligasi AS turum sebesar 7 bps sejak notulensi dirilis dan kini berada di level 2,93 persen.
Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah dapat kembali bergerak menguat terhadap dolar AS seiring melemahnya yield obligasi AS itu, dan dinaikannya tingkat suku bunga di dalam negeri juga turut menjaga stabilitas rupiah.
Pewarta: Zubi MahrofiUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.