"Potensi Babel untuk pengembangan pariwisata cukup tinggi dengan segala manfaat seperti lapangan pekerjaan, pajak, pendapatan daerah, serta tumbuhnya sentra-sentra produk daerah dari hasil bumi yang dapat meningkatkan kemakmuran secara luar biasa," katanya di Pangkalan Baru, Rabu.
Menurut dia, perairan Babel yang langsung berhadapan dengan Singapura dan Malaysia juga sangat potensial karena sangat stategis.
"Babel memiliki potensi yang menarik dari sektor pariwisata, kuliner maupun budayanya yang memikat, sementara pantai yang masih alami menjadi potensi yang bagus dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi," ujarnya.
Ia menekankan bahwa sektor pariwisata menjadi sektor yang tidak akan pernah habis digali untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.
"Masyarakat Babel tidak dapat tergantung dengan sumber daya alam (SDA) seperti timah dan sebagainya karena akan habis, karena itu sektor pariwisata bisa menjadi andalan di masa datang," katanya.
Lebih lanjut disampaikannya, pertumbuhan hotel juga menjadi pendukung perkembangan suatu daerah termasuk di Babel.
"Pariwisata memiliki aspek yang positif untuk pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya menambahkan.
Dikatakannya lagi, tahun depan masyarakat ekonomi Indonesia akan menyatu dengan dibukanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), dimana setiap negara di kawasan bebas berinvestasi dan berdagang melewati batas-batas negara.
"Dengan demikian Indonesia harus bersiap-siap mengantisipasi perubahan dan pertumbuhan wisata, tidak terkecuali Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," ujarnya.
Pewarta: Pewarta: SeptiUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026