Toboali, Bangka Selatan, (ANTARA Babel) - Sebagian sekolah di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, masih menggunakan genset sebagai sarana penerangan dalam proses belajar mengajar dan keperluan lain sehari-hari.

"Sekolah yang masih menggunakan genset terutama berada di daerah terpencil yang belum memiliki penerangan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), sehingga proses belajar mengajar otomatis terganggu terutama  untuk pelajaran komputer," ujar Kabid Pendidikan dan Menengah Dinas Pendidikan Bangka Selatan, Eddy Supriadi di Toboali, Kamis.

Ia menjelaskan, secara keseluruhan jumlah sekolah di Bangka Selatan yaitu Sekolah Dasar (SD) 88 unit, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 26 unit, Sekolah Menengah Atas (SMA) 7 unit dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 unit.

Dari keseluruhan jumlah sekolah tersebut hampir sekitar 30 persen penerangan sekolah masih menggunkan genset sebagai penerangan sehari-hari dan untuk sekolah lainnya juga disediakan genset karena sering terjadi pemadaman.

Menurut dia, keterbatasan energi listrik secara umum sangat berpengaruh terhadap proses belajar dan mengajar di sekolah, apalagi di Bangka Selatan sangat terkendala untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk bahan bakar genset.

"Untuk mendapatkan bahan bakar harus mengikuti antrian yang panjang dan berjam-jam dengan mobil pengerit bahan bakar di Bangka Selatan," ujarnya.

Akan tetapi,kata dia, keterbatasan sarana dan prasaran tersebut bukan menjadi alasan dalam mengembangkan dan memajukan kualitas pendidikan di daerah itu.

Walaupun keterbatasan listrik, tetapi dari segi tenaga pendidik, buku pelajaran dan sarana pendukung pendidikan lainnya masih cukup untuk bisa membentuk karakter siswa yang berkualitas.

Ke depannya Dinas Pendidikan berupaya mendorong seluruh sekolah dan siswa untuk bisa maju dan bersaing dengan sekolah lainnya di kota.

Ia meminta para guru dan siswa tidak berkecil hati, tetapi harus tetap mampu menunjukkan kualitas pendidikan yang baik meski ada keterbatasan sarana pendukung," ujarnya.

"Dinas Pedidikan selalu melakukan koordinasi langsung ke setiap sekolah terkait dengan kendala dan masalah mendidik siswa setempat, sehingga ketika terjadi kendala bisa cepat ditanggulangi," demikian Eddy Supriadi.   (T.KR-WRA)

Pewarta: wira suryantala
Editor : Wira Suryantala

COPYRIGHT © ANTARA 2026