Pangkalpinang (Antara Babel) - Indonesia Tin Conference and Exhibition (ITCE) 2014 yang digelar di Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) diikuti 27 negara.

"Ajang ini diikuti 300 peserta dari 27 negara," ujar Migain Wijaya, Direktur Utama PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI), penyelenggaran kegiatan itu di Pangkalan Baru, Selasa.

Ia menyebutkan, kegiatan yang berlangsung tiga hari pada 10-12 Maret 2014 itu merupakan yang pertama kali digelar PT BKDI.

"Tujuan diselenggarakannya konferensi ini agar para pelaku usaha timah dan pihak-pihak yang berkepentingan lebih mengenal dan memahami tentang bursa timah," katanya.

Selain itu, melalui ITCE peserta juga akan lebih memahami perilaku para "seller" dan "buyer", serta mengetahui bagaimana mekanisme transaksi perdagangan dan fasilitas yang disediakan PT BKDI untuk memberikan kepuasan dan manfaat bagi semua pihak terkait.

"Perdagangan timah melalui bursa timah di BKDI merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 32 tahun 2013 Pasal 11 yang menegaskan bahwa timah batangan dan timah dalam bentuk lainnya sebelum diekspor wajib diperdagangan melalui bursa timah," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, ketentuan tersebut berlaku mulai 30 Agustus 2013 untuk timah batangan, sedangkan untuk timah dalam bentuk lainnya mulai berlaku 1 Januari 2015.

"Sejak diluncurkannya perdagangan timah batangan melalui bursa timah di BKDI jumlah anggota terus bertambah," ujarnya.

Ditambahkannya, PT BKDI senantiasa memperhatikan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik. "Selain itu PT BKDI juga mengedepankan kepentingan anggota untuk memperoleh harga yang wajar dan jaminan kualitas barang sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.


Pewarta: Pewarta: Septi
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026