Hal itu terkait, apakah masih perlu perhelatan World Bank dan IMF yang digelar di Bali tetap dilangsungkan, sementara dalam negara mengalami bencana seperti di Lombok, Palu dan Donggala.
“Saya rasa tidak perlu sampai batal yah, tapi cobalah untuk berhemat. Acara seperti itu bisa tetap dilangsungkan dengan cara sederhana. Misalnya jamuan makanannya disederhakan," kata Sandiaga dalam keterangan tertulisnya diterima di Jakarta, Sabtu.
Hal tersebut disampaikannya usai mengunjungi Ponpes Nurul Jadi, Probolinggo, Jawa Timur.
Hendaknya acara World Bank dan IMF tersebut dilaksanakan secara sederhana misalnya makanan dari nasi ulam.
"Saya rasa para peserta pertemuan juga akan mengerti kesederhanaan ini, karena kita masih prihatin dengan bencana Lombok, Palu, Donggala dan Gunung Soputan,” terang Sandiaga.
Dia juga meminta pemerintah untuk menyetop keran impor barang kebutuhan pokok yang bisa diproduksi di dalam negeri.
“Impor hanya menguntungkan segelintir orang. Harus diberi insentif kepada pelaku usaha ekspor,” katanya.
Pewarta: Susylo AsmalyahUploader : Adhitya SM
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.