Kepala Lapas Kelas II B Sungailiat, Faozul Ansori melalui Kasi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Kasibinapigiatja), Al Ihsan di Sungailiat, Jumat, mengatakaan pembinaan mental keagamaan merupakan bagian dari pemberian hak warga binaan untuk memperoleh pendidikan agama.
Kegiatan pembinaan mental yang rutin dilakukan khusus WBP yang muslim mencakup Taman Pendidikan Al quran (TPA), pelatihan membaca Al quran, pelajaran sholat dan masalah fiqih.
"Untuk kegiatan itu dilaksanakan setiap hari Senin, Rabu dan Kamis," jelasnya.
Sedangkan untuk kegiatan ceramah agama Islam dari petugas Kantor Kementerian agama (Kemenag) setempat dijadwalkan pada setiap hari selasa, sedangkan kegiatan ceramah untuk WBP umat kristiani dilaksanakan pada hari Rabu.
"Pendidikan atau pembinaan mental perlu dilakukan dengan harapan setelah WBP kembali ketengah masyarakat menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat di lingkungannya," jelasnya.
Selain kegiatan pembinaan mental yang rutin dilaksanakan sesuai jadwal, pihaknya juga memberikan berbagai kegiatan pelatihan keterampilan sesuai dengan kemampuan WBP.
"Kegiatan pengembangan keterampilan yang sudah dilakukan oleh sebagian WBP adalah pembuatan bahan material bangunan berupa batako yang sementara baru memproduksi dengan jumlah terbatas," katanya.
WPB juga dibekali keterampilan pembuatan rajutan, jahit menjahit, pangkas rambut, furniture dan miniatur kapal-kapalanan serta udang-udangan.
Dia berharap, WBP yang kembali ke lingkungan masyarakat memiliki mental yang baik sehingga tidak mengulangi kesalahannya dengan berbekal keterampilan yang bermanfaat untuk keluarganya.
Pewarta: KasmonoUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026