"Saya mendapatkan info anggota PPS dan seluruh anggota KPPS mengundurkan diri di Desa Beluluk. Saya juga diinfokan kalau di desa itu terjadi pengelembungan suara,"
Pangkalpinang, (Antara Babel) - Calon anggota legislatif (caleg) petahana dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Me Hoa mengaku sangat menyayangkan pengunduran diri 20 anggota PPS akibat tekanan dari oknum KPU dan PPK di daerah itu.

"Saya mendapatkan info anggota PPS dan seluruh anggota KPPS mengundurkan diri di Desa Beluluk. Saya juga diinfokan kalau di desa itu terjadi pengelembungan suara," katanya di Pangkalpinang, Senin.

Ia mengatakan, pengunduran diri semua anggota KPPS dan PPS sangat mengkhawatirkan terkait pelaksanaan pemilihan presiden yang tidak sampai dua bulan lagi, terlebih mereka semua tidak mau terlibat dengan seluruh kegiatan pemilu dalam bentuk apapun.

"Saya sangat menyayangkan pengunduran diri mereka, karena kami selama ini memberikan kepercayaan penuh kepada KPU sebagai penyelenggara pemilu," ujarnya.

Ia menyebutkan, tekanan dari oknum komisioner KPU terhadap anggota PPS terkait dugaan pengelumbungan suara sangat disesali dan harus ditindak tegas kalau memang terbukti.

"Kami selama ini sudah mengetahui kalau di Desa Beluluk rentan pelanggaran pemilu berupa pengelembungan suara, terlebih semua saksi dari partai kami yang ada di desa itu tidak pernah mencatat perolehan suara dari partai lain dan diperkirakan bisa terjadi kecurangan," jelasnya.

Ia mengungkapkan, sebelumnya pihaknya percaya kalau pelaksanaan pemilu di Desa Beluluk berjalan bersih dan transparan tanpa adanya kecurangan, namun dengan adanya pembukaan kotak suara yang dilakukan KPU sebelum pleno PPK dilaksanakan membuat pihaknya menjadi lebih waspada terhadap praktik pengelembungan suara.

Dikatakannya, saat ini pihaknya masih menunggu dan melihat perkembangan dari kasus tersebut. Jika nantinya memang terbukti adanya kecurangan, maka pihaknya akan meminta kasus tersebut segera diproses secara hukum.

"Kami berharap KPU selaku penyelenggara pemilu transparan, karena pengelembungan satu suara saja dapat menentukan seorang untuk bisa duduk di kursi anggota dewan," katanya.


Pewarta: Pewarta: Try Mustika Hardi
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026