"Saya minta agar pembibitan dan budidaya sapi yang dilakukan oleh Dinas Pertanian melalui unit teknisnya dapat dikelola dengan maksimal sehingga bertahap populasi sapi dapat berkembang," katanya di Sungailiat, Jumat.
Menurutnya, melalui pembibitan dan budidaya menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat sesuai dengan salah satu visi Bangka Setara yakni mewujudkan perekonomian daerah yang berdaya saing dan berkelanjutan.
"Tugas pokok dan fungsi UPTD pembibitan tersebut adalah melakukan pembibitan dan budidaya bukan penggemukan yang mana kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas adalah dana operasional yang masih terbatas sehingga solusi yang diambil dengan cara menggaduhkan sapi tersebut kepada masyarakat peternak," jelasnya.
Dari data terdapat sapi Pembibitan sebanyak 54 ekor sapi jenis Bali dan 16 ekor sapi jenis limosin.
Dengan sistem menggaduhkan sapi yang langsung ke masyarakat atau peternak dapat mengembangbiakkan populasi sapi dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
"Saya optimis, budidaya sapi dengan pola gaduh ini kepeternak secara bertahap mampu memenuhi kebutuhan daging lokal sehingga kedepannya mampu mengurangi ketergantungan pasokan daging sapi dari luar pulau Bangka," jelasnya.
Pewarta: KasmonoUploader : Adhitya SM
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.