"Tidak ada caleg yang merasa keberatan, terutama mereka yang gagal meraih kursi dan mereka menerima hasil keputusan akhir perolehan suara,"Koba (Antara Babel) - Ketua KPU Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung, Suryansyah mengatakan, sejauh ini tidak ada calon anggota legislatif yang gagal meraih kursi merasa keberatan atas hasil perolehan suara pemilu legislatif 9 April 2014.
"Tidak ada caleg yang merasa keberatan, terutama mereka yang gagal meraih kursi dan mereka menerima hasil keputusan akhir perolehan suara," katanya di Koba, Jumat.
Ia menjelaskan, dari ratusan caleg yang bersaing dalam pemilu legislatif di Kabupaten Bangka Tengah hanya 25 orang berhasil merebut jatah kursi di DPRD setempat.
"Bahkan calon anggota legislatif dari dua partai politik peserta pemilu yaitu PBB dan PKPI tidak satu pun yang berhasil merebut kursi parlemen," ujarnya.
Menurut dia, semua caleg yang bertarung dalam pesta demokrasi menerima hasil penghitungan suara dengan lapang dada, baik yang kalah maupun menang.
"Ini tolok ukur untuk menentukan keberhasilan pemilu legislatif, minim masalah kendati ada beberapa persolan pemilu yang masuk ke Panitia Pengawas Pemilu namun bisa dilesaikan dengan baik," ujarnya.
Menurut dia, suksesnya penyelenggaraan pemilu legislatif karena dukungan berbagai pihak baik penyelenggara pemilu yang bekerja profesional maupun apara kepolisian yang sudah berpartisipasi dalam melakukan pengamanan ketat.
"Demikian juga partisipasi masyarakat lumayan tinggi, karena gencarnya sosialisasi sehingga pemilu merupakan bagian penting sebagai proses mencari wakil mereka di parlemen," katanya.
Ia bertekad pemilihan langsung calon presiden dan wakil presiden nanti berjalan lebih baik dengan tingkat partisipasi pemilih lebih tinggi dibanding pemilu legislatif.
"Tetapi saya percaya eskalasi politik dalam pemilihan presiden nanti tidak terlalu tinggi dibanding pemilu legislatif, karena yang memegang peran dominan adalah partai politik pengusung Capres dan Cawapres," katanya.
Pewarta: Oleh AhmadiEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.