"Jika banyak diselenggarakan pertemuan di Kota Muntok, kami yakin pariwisata akan berkembang lebih cepat karena akan banyak tamu yang datang dan melalui mereka kita bisa mempromosikan potensi wisata dari mulut ke mulut,"
Muntok (Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung perlu memperbanyak berbagai bentuk pertemuan tingkat nasional dan internasional di Kota Muntok untuk menggenjot pariwisata daerah itu.

"Jika banyak diselenggarakan pertemuan di Kota Muntok, kami yakin pariwisata akan berkembang lebih cepat karena akan banyak tamu yang datang dan melalui mereka kita bisa mempromosikan potensi wisata dari mulut ke mulut," kata Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Bangka Barat, Ahmad Yahya di Muntok, Selasa.

Ia mengatakan, rencana Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar "Home Stay Fair 2015" dengan melibatkan 10 negara di Asia Tenggara di Muntok bisa menjadi tonggak awal untuk menggelar pertemuan sejenis di daerah itu.

Untuk itu dia mengharapkan seluruh instansi yang terlibat dalam kegiatan itu untuk menyiapkan diri dan memberikan persiapan maksimal sehingga kegiatan berjalan dengan baik dan memberi kesan positif kepada para tamu.

"Kami memberikan apresiasi positif atas rencana tersebut, kami harapkan kegiatan berjalan dengan baik, sehingga memberikan kepercayaan para agen, pengelola acara dan pemerintah pusat untuk melaksanakan pertemuan di Muntok," kata dia.

Menurut dia, Kota Muntok memiliki aset sejarah luar biasa, bukan hanya sebagai tempat pengasingan Bung Karno, Hatta dan para tokoh perjuangan Kemerdekaan RI, namun ada sejarah penting lain dalam peristiwa itu yaitu adanya beberapa pertemuan antara para tokoh nasional tersebut.

Selain pertemuan besar para pejuang kemerdekaan, kata dia, dahulu jajaran Direksi PT Timah juga sering melakukan pertemuan di Pesanggrahan Menumbing untuk menentukan berbagai kebijakan perusahaan.

"Dari sisi itu kita bisa melihat bahwa Kota Muntok, khususnya Pesanggrahan menumbing yang berada di puncak gunung dan jauh dari pusat keramaian memang cocok untuk dijadikan tempat pertemuan, diskusi, sarasehan dan lainnya. Potensi ini yang harus terus digali dan dikembangkan pemkab agar pariwisata semakin bergairah," kata dia.

Hal ini dikatakan Yahya menyikapi masih adanya sedikit kegamangan para pemangku kepentingan yang dinilai masih kurang kreatif dalam mengembangkan pariwisata daerah, padahal aset sejarah yang dimiliki daerah itu cukup potensial untuk dijadikan "dijual" kepada wisatawan.

"Muntok bukan hanya memiliki objek wisata sejarah, namun nilai yang terkandung dalam sejarah itu sendiri sebenarnya memiliki potensi sangat besar untuk mendukung objek wisata sejarah yang ada," kata dia.

Ia berharap pemkab lebih jeli melihat peluang, misalnya dengan mengundang perusahaan, organisasi, pemerintah daerah lain atau pusat untuk menggelar berbagai kegiatan pertemuan di daerah itu, diyakini akan mampu merangsang tumbuhnya ekonomi masyarakat.

"Undang mereka dan beri pelayanan sesuai standar, kami yakin ekonomi masyarakat akan terus bergerak naik dan bukan tidak mungkin pariwisata akan mampu menjadi pilar ekonomi daerah," kata dia.

Pewarta: Oleh Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026