Divisi Perencanaan dan pengendalian produksi melakukan serahterima proyek Cutter Suction Dredge (CSD) dan Washing Plant kepada unit Penambangan Laut Bangka. CSD merupakan salah satu revolusi alat baru yang digarap PT Timah Tbk secara internal.

Penyerahan ini ditandai dengan penandatangan segaligus penyerahan berkas proyek yang dilakukan oleh kepada Divisi P2P Ichwan Azwardi Lubis kepada Kepala UPLB Erwin Suheri, di ruang rapat proyek CSD & Washing Plant, Tanjung Gunung, Bangka Tengah.

Proyek yang berada di lokasi Tanjung Gunung, Bangka Tengah ini mulai digarap awal tahun 2018 dengan dilakukannya sosialisasi pembangunan proyek pada tanggal 12 Januari, setelah itu dilanjutkan langsung dengan land clearing hingga pembangunan konstruksi di atas lahan seluas 10 Ha.

CSD dan Washing Plant dianggap menjadi salah satu unit alternatif untuk meningkatkan produksi bijih timah yang dilakukan di pesisir pantai dengan lahan yang terbatas, namun mampu memberikan tingkat kefektifitasan dan keramahan yang baik dalam proses kegiatan penambangan.

Dalam sambutannya, Kepala P2P, Ichwa Azwardi Lubis, mengatakan pembangunan proyek ini dan proyek lainnya merupakan bagian dari misi PT Timah yang diproyeksikan secara terintegrasi.

"Sebenarnya ini adalah satu rangkaian dari proses pertambangan yang kita mau tegakan. Kenapa, PT Timah ini kan BUMN dibidang pertambangan, ada dua misinya; satu sebagai Instrumen BUMN Negara, kedua sebagai perusahaan pertambangan," ujar Ichwan.

Selain itu, sebagai BUMN itu merupakan instrumen ekonomi, bahwa kehadiran kita disini bukan hanya untuk berproduksi saja, tapi sebenarnya juga bagaimana kita bisa meningkatkan aktifitas ekonomi dan pendapatan ekonomi disekitar lokasi penambangan. Karena kita juga misi pembangunan, maka kalau kita mau menjalakan misi itu, sudah rumusnya kita harus sedekat mungkin dengan area-area dimana kita beroperasi, tambah Ichwan.

Senada dengan Ichwan, Kepala UPLB Erwin Suheri mengapresiasi adanya proyek penambangan yang bisa berada dekat dengan masyarakat. "Bagaimana PT Timah melalui proyek ini sedemikiannya bisa dekat dengan masyarakat. Mudah-mudahan peran kita tiu bukan peran yang berbeda, tetapi bisa memberikan dampak yang positif bagi masyarakat disekitar sini," ungkap Erwin.

Sedangkan Kepala tim proyek, Deni dalam sambutannya juga menjelaskan anggaran investasi proyek ini dalam pra studi kelayakan atau Feasibility Studies (FS) sebesar Rp42 miliar.

Pewarta: Aprionis

Editor : Rustam Effendi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2019