Pemerintah Kecamatan Lepar Pongok Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengembangkan tujuh destinasi wisata bahari dan sejarah, guna meningkatkan kunjungan wisatawan di daerah itu.

"Saat ini kita bersama pemerintah desa telah membangun sarana dan prasarana untuk mengembangkan destinasi wisata di pulau ini," kata Camat Lepar Pongok Dodi Kusumah di Desa Tanjung Sangkar, Jumat.

Ia mengatakan tujuh destinasi objek wisata yang sedang dikembangkan yaitu Pantai Lampu, Tajung Gusung, Gerit, Pulau Kelapan, Seniur, Talang dan Benteng Penutuk serta seni budaya yang memiliki keindahan alam masih alami serta eksotik.

"Alhamdulillah, kunjungan wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata ini cukup banyak dan telah berdampak terhadap perekonomian masyarakat daerah ini," ujarnya.  

Menurut dia wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata ini tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dari manca negara seperti wisatawan Amerika Serikat, China, Korea, Jepang dan negara lainnya.

"Saat ini objek wisata yang paling diminati wisatawan  adalah Pulau Kelapan, karena objek wisata itu memiliki keindahan pantai menarik, alam bawah laut alami, berenang, mancing dan  lainnya," katanya.

Ia menambahkan pengembangan destinasi wisata ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mewujudkan Kecamatan Lepar Pongok yang mandiri, berdaya saing dan meningkatkan taraf hidup masyarakat yang lebih baik.

"Saat ini pembangunan lebih difokuskan peningkatan sarana infrastruktur transportasi darat, laut untuk mendukung pengembangan destinasi wisata di daerah ini," katanya.

Selain itu, pemerintah juga memfokuskan peningkatan kesehatan dan pendidikan masyarakat agar mereka dapat mendukung program pengembangan wisata ini.

"Tanpa didukung sumber daya manusia masyarakat yang baik, tentu pembangunan pariwisata ini akan sulit berkembang. Oleh karena itu, peningkatan SDM masyarakat ini penting untuk pembangunan daerah kepulauan ini," katanya.

Pewarta: Aprionis

Editor : Rustam Effendi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2019