Kasus kenakalan anak dan remaja di Kabupaten Belitung Timur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meningkat dari empat kasus menjadi delapan kasus hingga Mei 2020.

"Kasus kenakalan anak dan remaja tercatat delapan kasus atau meningkat dibanding pada bulan yang sama pada 2019," kata Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Efita Santy di Manggar, Kamis.

Kasus kenakalan anak atau remaja mulai dari minuman keras, pencurian hingga tindak asusila. Seluruh kasus sudah diselesaikan dengan proses kekeluargaan dengan mengedepankan hak anak.

"Kendati angka tidak terlalu seignifikan, namun angka kasus mengalami kenaikan dan tentu patut menjadi perhatian bersama karena terkait masa depan generasi muda," ujarnya.

Hampir seluruh kasus kenakalan anak dan remaja dikarenakan kurangnya perhatian orang tua. Bahkan disinyalir, anak-anak yang terseret kasus lantaran keluarganya sudah tidak utuh lagi.

"Anak-anak ini biasanya berasal dari keluarga broken home. Mereka tidak tinggal dengan ayah ibunya tapi dititipkan ke nenek atau keluarga lainnya. Mereka kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian orang tua," ujar Efi.

Selain faktor kurangnya kepedulian dan kelalaian orang tua juga dapat menyebabkan terjadinya kenakalan anak. Hal ini lantaran kedua orang tua lebih sibuk mengurus pekerjaan ataupun kegiatan lainnya, sehingga waktu bersama anak jadi berkurang.

"Karena seharian berada di luar rumah, mereka bergaul di lingkungan yang salah, akhirnya terjerumus. Pembentukan karakter anak itu adalah dasar agar mereka bisa menghadapi pengaruh global," kata Efi.

Pewarta: Ahmadi

Editor : Adhitya SM


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2020