Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan membekali penyuluh pertanian lapangan (PPL) se-Babel alat komunikasi smartphone, sebagai upaya mengoptimalkan pengembangan 1.000 hektare tanaman porang di daerah itu.

"Kita berharap bantuan 132 smartphone ini lebih memotivasi PPL memberikan bimbingan kepada petani dalam membudidayakan porang dan jahe merah," kata Erzaldi Rosman Djohan saat membuka bimtek ke PPL dan petani di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus mendorong dan menyosialisasikan program tanaman porang dan jahe merah kepada PPL yang akan membantu petani, karena komoditas ini cocok untuk ditanam di tanah Babel.

"Alat komunikasi ini digunakan untuk memantau bersama semua komoditas di bawah naungan PPL, serta mempermudah komunikasi yang membahas tentang masalah pertanian dan pelaporan segala aktivitas pertanian. Petani harus dibantu, PPL juga harus selalu mengupdate kemampuannya," ujarnya.

Menurut dia Peningkatan Ekonomi Nasional (PEN) Program budi daya porang dan jahe merah dilaksanakan melalui bantuan pemerintah yang tidak lagi diberikan secara tunai atau langsung tetapi melalui sistem Kredit Usaha Rakyat (KUR) perbankan. Jadi bantuan diberikan dalam bentuk kebutuhan seperti pupuk dan sebagainya.

"Kami ingin para penyuluh mendapat ilmu sebelum mereka sosialisasikan tentang dua komoditi baru di Babel ini kepada petani-petani," ungkapnya.

Ia berharap PPL dapat mencapai tujuannya antara lain, membantu petani daerah, meningkatkan produksi sesuai dengan target, menanam porang di lahan seluas 1.000 hektare, dan memiliki pabrik pengelola produksi.

"Walaupun perjuangannya cukup berat dan bibit masih belum banyak tersedia, tapi dengan manajemen yang baik, tujuan kita bersama pasti bisa terwujud,” katanya. 

Pewarta: Aprionis

Editor : Adhitya SM


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2021