Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemudan dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat sepanjang 2020 terdapat sebanyak 62.701 wisatawan yang berkunjung ke Danau Kaolin.

"Jumlah pengunjung ke Danau Kaolin termasuk tertinggi jika dibanding dengan objek wisata lainnya di daerah ini," kata Kepala Disbudparpora Bangka Tengah Zainal di Koba, Rabu (17/3).

Ia menjelaskan bahwa Danau Kaolin merupakan objek wisata tambang yang mulai dikembangkan sejak 3 tahun belakangan dan menjadi tujuan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

"Danau Kaolin merupakan lubang bekas penambangan bijih timah yang sudah ditinggalkan sejak 1971, kemudian airnya berubah menjadi biru sehingga disebut Danau Kaolin," ujarnya.

Objek wisata Danau Biru di Desa Nibung ini sempat masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019 karena memiliki daya tarik tersendiri dan sebuah fenomena alam yang cukup unik.

API merupakan rangkaian kegiatan tahunan yang diselenggarakan dalam upaya membangkitkan apresiasi masyarakat terhadap pariwisata Indonesia.

Zanal mengatakan bahwa Danau Kaolin merupakan objek wisata mini yang merupakan bekas lubang tambang yang sudah ada sejak 1971.

Danau Kaolin ini, kata dia, awalnya merupakan kawasan penambangan bijih timah milik PT Koba Tin yang tidak lagi dieskplorasi sejak 1971, sekarang menjadi destinasi wisata baru.

"Danau Kaolin merupakan destinasi wisata yang berbeda dengan kawasan wisata lainnya karena termasuk objek wisata tambang," ujarnya.

Pewarta: Ahmadi

Editor : Adhitya SM


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2021