Pangkalpinang (Antara Babel) - Warga Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung memadati sejumlah pasar di kota itu untuk berbelanja keperluan menyambut puasa Ramadhan.
Pantauan di sejumlah pasar tradisional dan pasar induk di Pangkalpinang, Rabu, umumnya kaum ibu-ibu banyak membeli kebutuhan sehari-hari seperti telur, daging sapi dan ayam, ikan segar, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai, dan bumbu masak lainnya.
Salah seorang ibu rumah tangga, Erti mengatakan pembelian bumbu masakan dan kelengkapan lainnya untuk persiapan saat sahur karena akan sulit jika mencari toko yang buka pada puasa pertama.
"Saat ini saya membeli kebutuhan pokok serta bumbu-bumbu untuk masakan. Untuk sahur pertama ini biasanya keluarga disajikan dengan beberapa menu makanan agar mereka berselera untuk makan sahur," ujarnya.
Ia mengatakan, harga kebutuhan pokok dan bumbu masakan masih cukup tinggi, seperti bawang merah, cabai, daging sapi dan ayam, namun terpaksa harus membelinya walaupun dalam jumlah yang sedikit.
"Sejak beberapa pekan ini beberapa harga komoditas cukup tinggi seperti harga daging sapi bertahan tinggi Rp110.000 per kilogram, daging ayam Rp30.000 per kilogram, sedangkan harga bawang merah bertahan tinggi Rp32.000 dan bawang putih Rp20.000 per kilogram," ujarnya.
Ia mengatakan, walaupun harga cukup tinggi ia terpaksa membelinya karena sudah menjadi kebiasaan keluarga untuk mengonsumsi daging sapi pada hari pertama puasa.
Demikian juga Rita, warga lainnya yang harus rela berdesak-desakan di pasar untuk membeli kebutuhan persiapan sahur.
Menurut dia, setiap menjelang hari besar keagamaan warga selalu memadati pasar tradisional di daerah itu. Demikian juga dengan pedagang dagig sapi musiman yang selalu muncul saat Ramadhan dan Lebaran.
"Hal seperti ini biasa terjadi setiap tahun bahkan lebih ramai lagi jika menjelang lebaran," katanya.
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2015
Pantauan di sejumlah pasar tradisional dan pasar induk di Pangkalpinang, Rabu, umumnya kaum ibu-ibu banyak membeli kebutuhan sehari-hari seperti telur, daging sapi dan ayam, ikan segar, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai, dan bumbu masak lainnya.
Salah seorang ibu rumah tangga, Erti mengatakan pembelian bumbu masakan dan kelengkapan lainnya untuk persiapan saat sahur karena akan sulit jika mencari toko yang buka pada puasa pertama.
"Saat ini saya membeli kebutuhan pokok serta bumbu-bumbu untuk masakan. Untuk sahur pertama ini biasanya keluarga disajikan dengan beberapa menu makanan agar mereka berselera untuk makan sahur," ujarnya.
Ia mengatakan, harga kebutuhan pokok dan bumbu masakan masih cukup tinggi, seperti bawang merah, cabai, daging sapi dan ayam, namun terpaksa harus membelinya walaupun dalam jumlah yang sedikit.
"Sejak beberapa pekan ini beberapa harga komoditas cukup tinggi seperti harga daging sapi bertahan tinggi Rp110.000 per kilogram, daging ayam Rp30.000 per kilogram, sedangkan harga bawang merah bertahan tinggi Rp32.000 dan bawang putih Rp20.000 per kilogram," ujarnya.
Ia mengatakan, walaupun harga cukup tinggi ia terpaksa membelinya karena sudah menjadi kebiasaan keluarga untuk mengonsumsi daging sapi pada hari pertama puasa.
Demikian juga Rita, warga lainnya yang harus rela berdesak-desakan di pasar untuk membeli kebutuhan persiapan sahur.
Menurut dia, setiap menjelang hari besar keagamaan warga selalu memadati pasar tradisional di daerah itu. Demikian juga dengan pedagang dagig sapi musiman yang selalu muncul saat Ramadhan dan Lebaran.
"Hal seperti ini biasa terjadi setiap tahun bahkan lebih ramai lagi jika menjelang lebaran," katanya.
Editor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2015