Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Firmansyah Levi kembali menggelar sosialisasi penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.

"Hari ini kita kembali mengundang masyarakat kelurahan kenanga untuk ikut sosialisasi penyebarluasan Perda Nomor 10 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan baru. Kegiatan ini kita lakukan secara runut dan teratur di beberapa kelurahan lainnya yang berada di Kabupaten Bangka," kata Firmansyah Levi, di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia mengatakan, DPRD Babel kembali  mengajak masyarakat kenanga agar terus menerapkan kebiasaan baru guna mengantisipasi masuknya varian baru COVID-19, yang saat ini sudah mulai menyebar di Singapura.

"Kita kembali mengedukasi masyarakat agar sadar akan pentingnya beradaptasi dengan kebiasaan baru, ikut vaksin dan terus menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan selalu menjaga jarak meski pandemi kita sudah melandai," katanya.

Levi menambahkan, untuk pencapaian vaksin di Kelurahan Kenanga sudah semakin membaik meskipun masih ada kabupaten yang belum mencapai target
vaksin. DPRD Babel terus berupaya mendorong masyarakat agar ikut vaksin.

"Vaksin merupakan bukti hadirnya pemerintah ditengah masyarakat. DPRD Babel terus mengharapkan vaksin ini tidak berbayar. Meski demikian, masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan, gaspoll dan jangan kendor," ujarnya.

Kasi Kedaruratan BPBD Babel, Hardiansyah mengatakan, total vaksinasi pertama di Bangka Belitung sudah memadai, mencapai 72,84 persen. Kota Pangkalpinang masuk dalam level tertinggi untuk capaian vaksin yakni sebesar 85,36 persen dan yang terendah adalah Kabupaten Bangka sebesar 61,62 persen.

Untuk capaian vaksinasi lansia juga sudah memadai karena sudah mencapai 61,84 persen. Kota Pangkalpinang sebesar 76,63 persen dan yang terendah adalah Kabupaten Bangka Tengah sebesar 48,47 persen.

"Bagi masyarakat yang belum vaksin silahkan vaksin karena vaksin menjadi strategi nasional dalam memutus mata rantai COVID-19. Untuk ketersediaan vaksin sendiri sudah sangat cukup, dan sampai saat ini Kabupaten Bangka terus mendapat kiriman 13.000 vaksin," ujarnya.

Hardiansyah menambahkan, meski sudah di vaksin, masyarakat harus tetap melakukan kebiasaan pakai masker seperti memakai pakaian, karena meski sudah divaksin masyarakat tetap berpotensi tertular COViD-19, karena vaksin hanya melindungi kita dari gejala tinggi COVID-19.

"Vaksin kita selalu tersedia, dan kendala hanya ada di petugas faksilator kita yang masih sangat terbatas. Oleh karena itu kami terus mengimbau masyarakat dimanapun berada harus selalu menerapkan prokes 3M, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak," ujarnya.

Pewarta: Elza Elvia

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2021