Tim kesehatan hewan Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memperketat pengawasan sapi yang diketahui suspek penyakit mulut dan kuku (PMK) guna mencegah penyebaran virus ke hewan ternak sejenis.

"Pengawasan intensif dengan memberikan vitamin untuk meningkatkan imun hewan serta penyemprotan cairan disinfektan di area kandang merupakan langkah antisipasi efektif karena jenis penyakit mulut dan kuku sampai sekarang belum ditemukan obatnya," kata Sub Koordinator Kesehatan Hewan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka drh Eka Irawati di Sungailiat, Senin.

Dikatakan, pihaknya juga melibatkan petugas penyuluh lapangan (PPL) yang ada di masing - masing desa untuk membantu pengendalian sebaran virus PMK termasuk melaporkan jika ditemukan indikasi PMK pada hewan ternak di wilayah kerja.

Berdasarkan hasil uji sampel darah pada 10 ekor sapi bergejala PMK dan pengujian pengerokan lidah dan ingus di dua ekor sapi diketahui sebanyak 169 ekor sapi di Kabupaten Bangka diketahui positif terinfeksi PMK.

"Ratusan sapi suspek PMK berada dari luar pulau Bangka tersebar di tiga kecamatan masing - masing di Kecamatan Sungailiat 79 ekor, Pemali 66 ekor, serta di Kecamatan Merawang terdapat 24 ekor," jelasnya.

Tingkat kematian sapi yang terinfeksi PMK, kata dia, terbilang rendah namun tingkat sebaran virus cukup tinggi, dan hewan yang dapat terinfeksi penularan virus jenis ini adalah hewan ternak berkuku genap.

"Saya sarankan peternak agar sapi atau hewan sejenis yang terkena infeksi PMK hendaknya jangan di keluarkan dari kandang guna mencegah penularan ke sapi lain yang sehat," ujarnya.

Sapi yang terserang PMK, kata Eka, dagingnya tidak membahayakan bagi manusia jika daging dimasak dengan cukup matang.

Pewarta: Kasmono

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2022