Berbagai cara dilakukan anggota polri dalam berbagi. Seperti yang dilakukan AKBP Dwi Budi Murtiono, Kapolres Pangkalpinang ini, memilih menjemput para pencari barang bekas (pemulung) untuk diberikan beras dan uang tunai. 

Hal tersebut dilakukan Kapolres Pangkalpinang, agar para pencari barang bekas ini tidak kehujanan dan kelelahan saat mendatangi Mapolres Pangkalpinang, yang kebetulan cuaca sedang turun rintik hujan, sedangkan salah satu pencari rongsokan ini membawa anaknya yang masih dibawah lima tahun. 

"Seperti kita ketahui setelah BBM naik kebutuhan bahan pokok masyarakat juga naik seperti cabe, telor dan kemungkinan bisa kepada kebutuhan pokok yang lain.
kita berikan bantuan sosial untuk meringankan beban hidup mereka . 
Sehingga walaupun dalam kondisi BBM naik, kebutuhan barang pokok naik, mereka tidak khawatir tentang bagaimana menjalani hidupnya sehari hari" Ujar AKBP Dwi Budi Murtiono. 
 
Kapolres bersama Wakapolres saat memberikan bantuan. (ANTARA/ Meryanti)


Penyaluran bantuan ini disambut haru Haryani, lantaran ia yang sedang asik mencari barang bekas dari salah satu bak sampah di jalan Trem kota Pangkalpinang, dikagetkan dengan kedatangan anggota lantas Polres Pangkalpinang yang meminta untuk ikut naik kedalam mobil patwal, untuk menerima bantuan dari Kapolres. 

"Saya kaget, takut, saya pikir saya akan ditangkap, karena cari barang bekas, ternyata tidak, saya diajak bertemu bapak polisi, katanya mau dikasih bantuan. Tapi saya masih belum percaya, masih takut dan ragu, jangan jangan saya ditahan" Tutur Haryani. 

Haryani dan putrinya yang berkesempatan naik kendaraan patwal tersebut tampak gelisah, sesekali ia melihat kebelakang, dan kembali melihat ke belakang, sekedar melihat anggota lantas yang sedang menarik gerobak yang biasa ia gunakan untuk mengumpulkan barang bekas. 

"Takut yuk, deg degan, kawatir, grobak saya ditinggal dan hilang, itu tempat saya membawa anak saat mencari barang bekas" Ujar Haryani. 

Tak jauh berbeda dengan Haryani, Irwan, dan Tono juga merasakan hal yang sama, takut ditangkap dan dilarang mencari barang bekas. 

"Takut yuk, tapi setelah tiba di polres, ternyata kami benar benar diberi beras dan uang, Alhamdulillah senang sekali, kami bekerja kayak gini juga untuk mencari beras" Ujar Tono sembari memperbaiki karung bawaannya. 

Dengan adanya bantuan ini, kapolres berharap dapat membantu meringankan beban mereka yang terdampak kenaikkan BBM.

Pewarta: Meryanti

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2022