Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat volume barang yang dimuat di sejumlah pelabuhan pada Agustus 2022 mencapai 1.338,75 ribu ton, atau naik 70,83 persen dibandingkan bulan sebelumnya 783,70 ribu ton.

"Aktivitas muat barang di pelabuhan meningkat, karena adanya kenaikan ekspor timah dan hasil perkebunan masyarakat," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel Toto Haryanto Silitonga di Pangkalpinang, Selasa.

Ia mengatakan secara agregat peningkatan ini dipicu oleh kenaikan barang yang dimuat pada Pelabuhan Pangkalbalam 258,43 persen, Pelabuhan Sungai Selan dan Toboali sebesar 67,58 persen, Tanjung Kalian 26,05 persen dan Manggar naik 17,89 persen.

"Apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu (Januari-Agustus 2021), secara total volume barang yang dimuat mengalami peningkatan sebesar 25,10 persen," katanya.

Ia menyatakan volume barang yang dibongkar di pelabuhan pada Agustus 2022 hanya 336,93 ribu ton atau terjadi penurunan sebesar 7,07 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

"Penurunan bongkar berbagai kebutuhan pokok masyarakat terjadi di Pelabuhan Tanjung Kalian 20,83 persen," ujarnya.

Menurut dia peningkatan signifikan volume bongkar yang terjadi pada Pelabuhan Manggar dan Dendang, namun tidak berpengaruh secara agregat dikarenakan jumlahnya yang relatif kecil.

"Pada Agustus tahun ini Pelabuhan Belinyu tidak menunjukkan adanya aktivitas bongkar," katanya.

Ia menjelaskan apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu (Januari-Agustus 2021), jumlah barang yang dibongkar di seluruh pelabuhan naik 21,77 persen.

"Secara garis besar pada Agustus 2022, aktivitas muat barang lebih besar dibandingkan aktivitas bongkar. Pelabuhan Pangkalbalam menjadi pelabuhan muat tersibuk dibandingkan pelabuhan lain," katanya.



 

Pewarta: Aprionis

Editor : Rustam Effendi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2022