Sungailiat (Antara Babel) - Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispernak) Kabupaten Bangka Provinsi Bangka Belitung mengimbau masyarakat untuk mewaspadai berbagai penyakit unggas selama musim penghujan.
"Selama musim penghujan ini, penyakit yang rentan menyerang unggas jenis ayam adalah Newcasftle Discase (ND) atau lebih dikenal dengan tetelo," kata Kepala Dispernak Kabupaten Bangka Kemas Arfani di Sungailiat, Rabu.
Ia menjelaskan tetelo hampir mirip dengan flu burung yang saat ini ditakuti masyarakat karena penyebaran dan penularan virus yang sangat cepat dan mematikan.
"Ternak ayam yang terkena virus tetelo itu dalam hitungan menit akan mati dan langsung menularkan virus tersebut ke ayam yang sehat apabila peternak tidak langsung mengubur atau membakar ayam mati itu," katanya.
Menurut dia, untuk mengantisipasi dan pencegahan virus tersebut, peternak unggas harus mengkandangkan unggas peliharaannya.
Jika ternak ayam dikandangkan maka akan mudah mendeteksi ayam yang sakit, selain itu ayam yang dikandangkan itu tidak menyebarkan penyakit ke unggas lainnya.
Selain mengkandangkan ayam, peternak ayam juga harus menjaga kebersihan lingkungan dan kandang, penyemprotan disinfektan serta pemberian vaksin.
"Menjaga kebersihan, penyemprotan disinfektan serta pemberian vaksin kepada ternak sangat penting karena akan meningkatkan daya tubuh ternak ayam itu," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, diharapkan peternak ayam untuk selalu menjaga dan melaporkan ke Dinas Peternakan apabila ada ternak yang terjangkit penyakit tersebut untuk mencegah penyebaran ke ternak yang lainnya.
"Kami berharap peternak mewaspadai berbagai penyakit pada musim hujan dan memasuki musim pancaroba dengan memperhatikan kesehatan ternak, apabila unggas tersebut sesak napas, tidak mau makan, pilek, kepala unggas berputar-putar dan syarafnya terganggu, segera lapor ke Dinas Pertenakan agar bisa mengantisipasi penyebaran virus tetelo itu," katanya.
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2016
"Selama musim penghujan ini, penyakit yang rentan menyerang unggas jenis ayam adalah Newcasftle Discase (ND) atau lebih dikenal dengan tetelo," kata Kepala Dispernak Kabupaten Bangka Kemas Arfani di Sungailiat, Rabu.
Ia menjelaskan tetelo hampir mirip dengan flu burung yang saat ini ditakuti masyarakat karena penyebaran dan penularan virus yang sangat cepat dan mematikan.
"Ternak ayam yang terkena virus tetelo itu dalam hitungan menit akan mati dan langsung menularkan virus tersebut ke ayam yang sehat apabila peternak tidak langsung mengubur atau membakar ayam mati itu," katanya.
Menurut dia, untuk mengantisipasi dan pencegahan virus tersebut, peternak unggas harus mengkandangkan unggas peliharaannya.
Jika ternak ayam dikandangkan maka akan mudah mendeteksi ayam yang sakit, selain itu ayam yang dikandangkan itu tidak menyebarkan penyakit ke unggas lainnya.
Selain mengkandangkan ayam, peternak ayam juga harus menjaga kebersihan lingkungan dan kandang, penyemprotan disinfektan serta pemberian vaksin.
"Menjaga kebersihan, penyemprotan disinfektan serta pemberian vaksin kepada ternak sangat penting karena akan meningkatkan daya tubuh ternak ayam itu," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, diharapkan peternak ayam untuk selalu menjaga dan melaporkan ke Dinas Peternakan apabila ada ternak yang terjangkit penyakit tersebut untuk mencegah penyebaran ke ternak yang lainnya.
"Kami berharap peternak mewaspadai berbagai penyakit pada musim hujan dan memasuki musim pancaroba dengan memperhatikan kesehatan ternak, apabila unggas tersebut sesak napas, tidak mau makan, pilek, kepala unggas berputar-putar dan syarafnya terganggu, segera lapor ke Dinas Pertenakan agar bisa mengantisipasi penyebaran virus tetelo itu," katanya.
Editor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2016