Bandung (Antara Babel) - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Pol. Yusri Yunus menyampaikan bahwa peristiwa pesawat latih jenis Piper PA 28 yang mendarat darurat di Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis sore, karena terjadi masalah atau kerusakan mesin.

"Pesawat mengalami trouble kemudian di ketinggian sekitar 1.000 meter mulai mengalami pesawat menurun," katanya melalui telepon seluler, Kamis.

Ia menuturkan, pesawat dengan tiga awak itu berangkat dari Nusawiru, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, untuk melakukan latihan.

Pesawat tersebut berkeliling di kawasan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tidak lama kemudian mengalami masalah.

"Dicari arah yang tidak ada perumahan dan jatuh di area pesawahan," katanya.

Identitas awak pesawat adalah pilot atau pelatih Yosaphat Lintang warga Pekalongan, Jawa Tengah, kemudian dua penumpang M. Arief Rafidan dan M. Fadli Rapidan dari Kota Tanggerang, Banten.

Seluruh awak selamat dalam kecelakaan pesawat yang jatuh di lahan pesawahan Desa Kujang, Kecamatan Karangnunggal, Jawa Barat.

Tim pencari dan penyelamat (search and rescue/SAR) gabungan polisi dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih melakukan pengamanan dan penyelamatan di lokasi pesawat jatuh.

Pewarta: Feri Purnama

Editor : Mulki


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2016