‎Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengingatkan masyarakat di daerah itu untuk mewaspadai kejadian pohon tumbang akibat faktor anomali cuaca atau cuaca yang tidak menentu.

‎"Kami mengingatkan masyarakat agar mewaspadai kejadian pohon tumbang akibat faktor cuaca yang tidak menentu," kata Kepala Pelaksana BPBD Belitung, Agus Supriadi di sela-sela kegiatan pemangkasan ranting dan dahan pohon rawan tumbang di Tanjungpandan, Jumat.

‎Menurut dia, untuk saat ini wilayah Belitung memasuki fase peralihan musim dari kemarau penghujan.

‎"Pada sebagian Agustus kemarin memang kita sempat merasakan panas terik namun di awal September kondisi cuaca cenderung basah, peralihan Ini yang harus kita waspadai," ujarnya.

‎Ia mengatakan fase peralihan musim saat ini menyebabkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, pohon tumbang, banjir, dan tanah longsor.

‎"Kondisi disebabkan oleh faktor cuaca yang tidak menentu misalnya pagi panas kemudian siang harinya hujan," katanya.

‎BPBD Belitung mengajak masyarakat untuk mewaspadai potensi ancaman bencana hidrometeorologi salah satunya adalah kejadian pohon tumbang.

‎Dia mengimbau masyarakat dapat memangkas dan menebang pohon yang sudah berumur tua karena rawan tumbang akibat angin kencang.

‎"Kami mengajak masyarakat untuk peduli dengan lingkungan sekitar jika sekiranya ada pohon yang sudah berumur tua kemudian kondisinya rawan tumbang agar dapat dipangkas atau tebang," ujarnya.

‎Agus menambahkan, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kejadian pohon tumbang yang bisa menimbulkan kerugian baik fisik ataupun juga jiwa.

‎"Jangan sampai kejadian maka mitigasi risiko kejadian pohon tumbang harus dilakukan," katanya.

Pewarta: Apriliansyah

Editor : Joko Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2025