Pangkalpinang (Antara Babel) - Bumbu lempah kuning khas Bangka Belitung produksi salah satu IKM di Pangkalpinang habis terjual pada saat ajang MXGP Indonesia 2017.

"Alhamdulillah produk kita banyak peminat. Pembeli tidak hanya dari tamu lokal saja, tapi juga dari luar negeri. Banyak bule yang beli bumbu lempah kuning seperti dari Amerika, Jepang dan sebagainya," ujar salah satu IKM dan pemilik produk bumbu lempah kuning, Veni di Pangkalpinang, Minggu.

Ia menyebutkan, pada 3-5 Maret selama MXGP berlangsung sebanyak 500 kemasan lempah kuning habis terjual.

"Lempah kuning tidak hanya diminati oleh masyarakat Babel dan nusantara saja namun sebagian warga negara asing juga menyukai masakan yang kaya akan rempah-rempah dan sedikit asam," katanya.

Ia menambahkan, produk yang dijual adalah bumbu lempah kuning instan, tanpa bahan pengawet dan sudah dikemas di dalam botol secara higienis dan praktis.

"Kebanyakan pembeli menjadikan bumbu lempah kuning ini sebagai oleh-oleh dan dikonsumsi sendiri karena sebelumnya mereka sudah pernah menikmati lempah kuning di hotel dan rumah makan yang ada di Babel," katanya.

Ia mengatakan, produk lempah kuning kemasan tersebut sudah diluncurkan sejak Februari 2017 dan sudah hadir secara "online".

"Sejak kita 'launching' permintaan terus berdatangan. Terutama oleh orang Bangka yang tinggal di luar daerah Babel yang sudah merindukan ingin menikmati sajian lempah kuning khas Babel. Produk kita semakin terkenal setelah adanya ajang MXGP ini," kata Veni.

Ia bersyukur produk lempah kuningnya mendapatkan respon positif dari konsumen karena memang lebih praktis dan higienis saat ingin memasak lempah kuning.

Ia menyebutkan, untuk harga kemasan plastik Rp20 ribu per 200 gram dan botol seharga Rp50 ribu per 500 gram.

Veni berharap melalui ajang MXGP ini pemasaran produknya semakin luas karena produk bumbu Veni sudah memiliki PIRT dan sudah ada sertifikasi halal dari LPPOM MUI.


"Setiap kemasan kita mencantumkan alamat pemesanan secara online untuk memudahkan konsumen," katanya.

Ia menyebutkan, produknya bisa tahan hingga 1 tahun selama tetap di simpan dalam lemari pendingin.

"Produk ini mengandung bahan rempah-rempah seperti, kunyit, laos, bawang merah, garam dan cabai rawit. Sedangkan untuk tambahan terasi dan asam jawa bisa di sesuaikan dengan selera konsumen masing-masing," katanya

Pewarta: Septi Artiana

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2017