Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperketat pengawasan pemasukan ternak dari luar daerah menjelang hari besar keagamaan, guna mencegah berbagai virus dan penyakit berbahaya di daerah itu.

"Dalam empat bulan ke depan ini, kita perketat pengawasan di pintu-pintu pemasukan sapi, kambing, domba, babi dan lainnya," kata Kepala Bidang Pertenakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Babel, Enda Sukaisih di Pangkalpinang, Senin.

Ia mengatakan pengetatan pengawasan pemasukan ternak ini, karena meningkatnya lalu lintas ternak menjelang hari besar keagamaan seperti Imlek, sembahyang kubur, puasa ramadhan, Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha untuk memenuhi kebutuhan daging masyarakat yang tinggi.

"Kita akan mengerahkan tim untuk memeriksa dokumen kesehatan dan kondisi kesehatan ternak yang masuk melalui Pelabuhan untuk memastikan ternak tersebut betul-betul sehat," katanya.

Ia menyatakan dalam pengawasan pemasukan ternak ini, pihaknya berkoordinasi dengan Badan Karantina Hewan, Ikan dan Tumhuhan (BKHIT) Provinsi Kepulauan Babel untuk memaksimalkan pengawasan dan pemeriksaan kesehatan ternak tersebut.

"Apabila ditemukan ternak yang sakit tentunya akan dikarantina untuk mencegah penularan virus berbahaya seperti PPR, Nipah, mulut, kuku dan lainnya," katanya.

Sementara itu, apabila ditemukan ternak yang tidak memiliki dokumen kesehatan maka tim kesehatan hewan dan BKHIT menolak pemasukan ternak tersebut, demi menjaga dan melindungi peternak sapi, kambing, domba, babi dan lainnya di daerah ini.

"Pengawasan ini penting, mengingat potensi masuknya berbagai penyakit di Kepulauan Babel cukup tinggi. Apalagi hingga saat ini, kita masih mengandalkan pasokan ternak dari Pulau Sumatera dan Jawa untuk memenuhi kebutuhan daging masyarakat menyambut hari besar keagamaan," katanya.

Pewarta: Aprionis

Editor : Rustam Effendi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2026