Pangkalpinang (ANTARA) - Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas II Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperketat pengawasan lalu lintas orang dan teras di bandara dan pelabuhan, demi mencegah masuknya virus Nipah ke wilayah Bangka Belitung. 

"Saat ini vaksin penanganan penyakit nipah ini masih dalam tahap pengembangan dan belum tersedia, artinya seluruh instansi terkait harus benar-benar harus waspada untuk mencegahnya," kata Kepala BKK Kelas II Pangkalpinang Agus Syah di Pangkalpinang, Minggu.

Ia menyatakan virus Nipah merupakan patogen zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia dengan tingkat kematian cukup tinggi sekitar 40 hingga 75 persen.

Agus menambahkan pengobatan pasien terjangkit virus Nipah bersifat supporting, artinya menjaga derajat penyakit pasien tidak bertambah parah dan tidak menularkan kepada orang lain.

"Dengan meringan demam dan rasa sakit yang diderita pasien, tentunya hanya menggunakan obat penurun demam saja, karena hanya bersifat supporting saja," katanya.

Ia menegaskan pencegahan adalah yang paling utama dan termasuk langkah-langkah untuk meminimalisir potensi masuknya virus Nipah.

"Saat ini kasus penyakit nipah di India sudah ditemukan, sementara di Indonesia belum ada. Oleh karena itu, pengawasan yang ketat di pintu pemasukan ternak dan orang di pelabuhan dan bandara harus lebih ditingkatkan untuk mencegah masuknya virus berbahaya ini," tegasnya. 

 

 



Pewarta: Aprionis
Editor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026