Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), gencar menekan penyebaran kasus Demam Darah Dengue (DBD) dengan melakukan gerakan membersihkan sampah di lingkungan padat penduduk.

"Gerakan membersihkan sampah di lingkungan padat penduduk sebagai cara dini mencegah penyebaran kasus DBD," kata Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Boy Yandra di Sungailiat, Senin.

Ia mengatakan cuaca yang panas seperti saat ini waktu yang tempat membersihkan sampah di lingkungan rumah setelah sebelumnya sejumlah tempat di Kabupaten Bangka terdampak banjir akibat curah hujan.

"Penyebaran DBD yang disebabkan digigit oleh nyamuk Aedes aegypti biasanya dipicu oleh kondisi lingkungan yang tidak bersih," kata Boy Yandra.

Boy Yandra mengakui penyakit DBD masih menjadi salah satu isu kesehatan masyarakat di Kabupaten Bangka karena dan tingkat penyebaran terbilang tinggi.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka, pada tahun 2025 tercatat mencapai 384 kasus DBD. Pada Januari 2026 sudah ditemukan sebanyak 20 kasus.

"20 kasus DBD tersebut tersebar di sejumlah wilayah kecamatan, seperti Kecamatan Sungailiat, Kecamatan Belinyu, dan Kecamatan Riau Silip," jelas Boy Yandra yang menjabat Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Bangka Belitung.

Dia mengatakan puluhan penderita DBD itu sudah mendapat penanganan kesehatan oleh tim medis di puskesmas setempat, termasuk juga dilakukan tindakan fogging nyamuk sebagai salah satu satu cara untuk mengendalikan populasi nyamuk dewasa penyebab DBD.

"Saya optimis kasus DBD tahun 2026 lebih rendah dibanding tahun sebelumnya jika tertanam prilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan masyarakat, karena diketahui jentik nyamuk Aedes aegypti suka berkembang di lingkungan yang tidak dijaga kebersihan termasuk berkembang biak di genangan air," katanya.

Boy Yandra mengingatkan masyarakat jika ada anggota keluarga mengalami genjala DBD seperti nyeri otot, demam tinggi, sakit kepala, mual, dan muntah, segera dibawa ke puskesmas terdekat supaya segera mendapat penanganan perawatan.

"Tim kesehatan akan segera melakukan epidemologi atau melakukan tindakan untuk menemukan penyebab penyakit di lingkungan pasien DBD," ujar dia.

Pewarta: Kasmono

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2026