Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengingatkan orang tua di daerah itu untuk memperketat pengawasan anak mengakses media sosial, karena dapat berdampak buruk terhadap perkembangan psikologi anak.

"Saya mengingatkan seluruh orang tua yang memiliki anak usia di bawah 16 tahun, supaya benar-benar mengawai anak itu dalam mengakses media sosial," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PPA Bangka Syahroni di Sungailiat, Senin.

Dia mengakui anak yang sering bermain atau mengakses media sosial tidak hanya mempengaruhi psikologi anak, namun juga dapat mempengaruhi perkembangan otak.

Syahroni mengakui pihaknya pernah mendapatkan kasus dua orang anak di salah satu kecamatan mengalami gangguan otak seperti depresi akibat terlalu sering bermain media sosial.

"Orang tua dari kedua anak itu yang kebetulan kakak adik, sampai menangis melihat kondisi anak, dan sampai sekarang belum sembuh," katanya.

Menurutnya, peran orang tua sebagai orang terdekat anak, dibutuhkan melakukan pengawasan dimana anak sekarang lebih pintar mengakses media sosial dari pada orang tau.

"Saya sangat mendukung Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas)," kata dia.

Ia menilai peraturan itu memperketat perlindungan anak dari pengaruh informasi digital atau media sosial untuk mempersiapkan generasi Indonesia yang cerdas dan berkualitas.

"Kita harus menyayangi anak-anak dengan pendidikan yang layak sebagai hak dasar anak yang melekat. Jangan biarkan anak-anak bebas mengakses media sosial alasan sayang sama anak," kata dia.

Dia mengakui dalam pengawasan anak mengakses media sosial, harus dilakukan bersama-sama, baik orang tua di rumah maupun masyarakat sekitar.

"Anak memiliki hak bermain, tetapi harus diarahkan bermain yang edukatif dan mendidik, jangan sebaliknya, alasan sayang sama anak, namun dibiarkan bebas mengakses media sosial yang justru akan merusak perkembangan anak, karena anak yang biasa bermain media sosial ada kecenderungan malas belajar pelajaran sekolah," katanya.

Pewarta: Kasmono

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2026