Kanwil Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkolaborasi dengan tiga Universitas di Kepulauan Babel, guna mengoptimalkan penanganan permasalahan HAM di masyarakat daerah itu.

"Kita berharap kegiatan ini dapat meminimalisir persoalan-persoalan HAM di daerah ini," kata Kepala Kanwil KemenHAM Kepulauan Babel, Herman saat membuka Rakor Penanganan Permasalahan HAM di Pangkalpinang, Jumat.

Ia mengatakan kegiatan Rakor Penanganan Permasalahan HAM di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini, Kanwil KemenHAM Kepulauan Babel menghadirkan narasumber dari Universitas Bangka Belitung (UBB), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dan Pertiba Pangkalpinang.

"Dengan adanya kolaborasi ini, kita berharap masalah-masalah HAM dapat diminalisir dan diselesaikan dengan baik. Baik secara mediasi maupun legitimasi dan nonlegitimasi," ujarnya.

Ia menyatakan kegiatan rakor ini juga untuk mencerdaskan pelaku usaha, komunitas, LSM dan masyarakat, agar mereka lebih paham terkait HAM ini.

"Kami menilai pemahaman masyarakat terkait HAM ini masih kurang, sehingga mereka tidak memahami kapan mengadukan jika terjadi dugaan pelanggaran HAM tersebut," ujarnya.

Ia berharap melalui kegiatan rakor ini dapat mendorong akademika untuk membantu penyelesaian masalah HAM ini secara legitimasi dan nonlegitimasi yang dialami masyarakat.

"Kita akan intensifkan kegiatan sosialisasi dan edukasi HAM kepada masyarakat, pelaku usaha, LSM dan komunitas, agar mereka bisa mengadukan permasalahan HAM yang dialaminya ke kantor wilayah HAM maupun instansi terkait lainnya," katanya.

Pewarta: Aprionis

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2026