Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memperkuat implementasi program wajib belajar 13 tahun untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah itu.
“Kita memperkuat implementasi program wajib belajar 13 tahun untuk meningkatkan kualitas pembangunan sumber daya manusia,” kata Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah Indrawadi di Koba, Rabu.
Ia mengatakan rata-rata lama sekolah masyarakat di Bangka Tengah saat ini baru mencapai 7,22 tahun atau setara jenjang sekolah menengah pertama (SMP).
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.
“Pada usia 21 tahun, rata-rata warga baru menyelesaikan pendidikan tingkat SMP,” ujarnya.
Oleh karena itu, pihaknya menyiapkan sejumlah program strategis untuk mendorong peningkatan angka rata-rata lama sekolah yang masih tergolong rendah dibandingkan daerah lain di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Kita harus menyikapi persoalan ini dengan cepat dan tepat demi menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing,” katanya.
Ia menjelaskan, upaya peningkatan partisipasi pendidikan akan dilakukan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah desa dan tokoh masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama orang tua, terhadap pentingnya pendidikan bagi masa depan anak.
Dinas Pendidikan juga memperkuat layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi awal sebelum anak memasuki pendidikan formal.
“Mewujudkan wajib belajar 13 tahun memang menjadi tantangan bagi daerah karena angka rata-rata lama sekolah masih rendah,” ujarnya.
Meski demikian, Indrawadi optimistis target tersebut dapat dicapai melalui kolaborasi dan komitmen bersama.
“Persoalan pendidikan bukan hanya tugas dinas pendidikan, tetapi tanggung jawab bersama sesuai kapasitas masing-masing,” katanya.
Editor : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2026