Koba, Babel (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyempurnakan penyusunan kurikulum muatan lokal (mulok) guna meningkatkan literasi, kreativitas, dan pengembangan potensi siswa di berbagai bidang.

Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah Pangihutan Sihombing di Koba, Rabu, mengatakan bahwa penguatan kurikulum muatan lokal diiringi dengan sejumlah kegiatan pelatihan yang mencakup bidang pertanian, dambus, perikanan, bola tampa, bahasa daerah, dan mendongeng.

“Pelatihan kali ini berfokus pada keterampilan mendongeng dengan harapan dapat mendorong peningkatan literasi anak-anak, mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama,” kata Pangihutan.

Ia menjelaskan, pengembangan kurikulum mendongeng juga diharapkan dapat menggali potensi siswa di bidang seni, khususnya seni bercerita.

“Mudah-mudahan kegiatan ini memotivasi para guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif dan menyenangkan bagi peserta didik,” ujarnya menambahkan.

Selain mendongeng, pelatihan di bidang pertanian dan perikanan juga diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai kearifan lokal serta keterampilan dasar yang relevan dengan potensi daerah.

Setiap sekolah, lanjut dia, didorong untuk mengintegrasikan materi muatan lokal sesuai dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan peserta didik.

Disdik Bangka Tengah menargetkan seluruh sekolah di kabupaten itu telah memiliki kurikulum muatan lokal yang tersusun dan diterapkan secara sistematis pada tahun ajaran 2025/2026.

Implementasi kurikulum muatan lokal ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat profil pelajar Pancasila.

"Pendidikan di Bangka Tengah tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kemandirian, serta kecintaan siswa terhadap budaya dan potensi daerah," tutupnya.



Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026