Muntok (Antaranews Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama peneliti dari Universitas Indonesia (UI) akan memantau potensi angin di Muntok yang akan dikembangkan sebagai energi listrik.
"Saat ini masih dalam proses penjajakan dan jika disetujui rencana tersebut akan dilaksanakan dalam satu tahun ke depan di tiga lokasi di Kabupaten Bangka Barat," kata Kepala Bidang Perekonomian, Sumber Daya Alam, Infrastruktur, dan Kewilayahan Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah Kabupaten Bangka Barat, Amar Sopi di Muntok, Sabtu.
Sebagai langkah awal jika rencana tersebut berjalan akan dilaksanakan di pesisir pantai Desa Belolaut Muntok dengan pemasangan alat pemantau kecepatan angin, pengukur curah hujan dan matahari.
Dalam kegiatan itu, pemerintah daerah sebagai fasilitator, sedangkan seluruh penelitian akan dilaksanakan oleh para peneliti dan akademisi Universitas Indonesia yang mendalami ilmu mikrohidro, sinar matahari, angin dan geothermal atau panas bumi.
"Mereka yang akan menyediakan sejumlah sarana pendukung yang nantinya jika berhasil akan diserahkan kepada masyarakat," kata dia.
Selain di pesisir pantai Desa Belolaut Muntok, penelitian juga akan dilakukan di lokasi lain, yaitu di Tanjungular Muntok dan satu lokasi di Kecamatan Jebus.
Ia berharap rencana itu bisa segera dijalankan agar bisa menjadi percontohan bagi desa lain dalam penyediaan energi terbarukan.
"Kami berharap masyarakat juga mendukung karena jika berhasil akan bermanfaat bagi warga sekitar dalam penyediaan energi listrik berbasis tenaga matahari dan angin," katanya.
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2018
"Saat ini masih dalam proses penjajakan dan jika disetujui rencana tersebut akan dilaksanakan dalam satu tahun ke depan di tiga lokasi di Kabupaten Bangka Barat," kata Kepala Bidang Perekonomian, Sumber Daya Alam, Infrastruktur, dan Kewilayahan Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah Kabupaten Bangka Barat, Amar Sopi di Muntok, Sabtu.
Sebagai langkah awal jika rencana tersebut berjalan akan dilaksanakan di pesisir pantai Desa Belolaut Muntok dengan pemasangan alat pemantau kecepatan angin, pengukur curah hujan dan matahari.
Dalam kegiatan itu, pemerintah daerah sebagai fasilitator, sedangkan seluruh penelitian akan dilaksanakan oleh para peneliti dan akademisi Universitas Indonesia yang mendalami ilmu mikrohidro, sinar matahari, angin dan geothermal atau panas bumi.
"Mereka yang akan menyediakan sejumlah sarana pendukung yang nantinya jika berhasil akan diserahkan kepada masyarakat," kata dia.
Selain di pesisir pantai Desa Belolaut Muntok, penelitian juga akan dilakukan di lokasi lain, yaitu di Tanjungular Muntok dan satu lokasi di Kecamatan Jebus.
Ia berharap rencana itu bisa segera dijalankan agar bisa menjadi percontohan bagi desa lain dalam penyediaan energi terbarukan.
"Kami berharap masyarakat juga mendukung karena jika berhasil akan bermanfaat bagi warga sekitar dalam penyediaan energi listrik berbasis tenaga matahari dan angin," katanya.
Editor : Riza Mulyadi
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2018