Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperkuat hilirisasi dan ketertelusuran lada putih Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, guna meningkatkan daya saing komoditas unggulan daerah itu di pasar internasional.
"Kegiatan ketertelusuran ini untuk menjamin kesehatan, keamanan dan mutu lada putih itu," kata Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung Herwintarti di Pangkalpinang, Kamis.
Ia mengatakan, ketertelusuran lada putih atau muntok white pepper ini menjadi instrumen penting dalam mendukung hilirisasi komoditas, meningkatkan kepercayaan pembeli internasional, serta memperkuat posisi lada putih Bangka Belitung sebagai produk unggulan di pasar global.
"Hilirisasi lada putih ini bagian dari program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto," ujarnya.
Ia menyatakan, melalui program Go Ekspor, Badan Karantina Indonesia memastikan setiap tahapan produksi dan pascapanen lada putih Bangka Belitung memiliki ketertelusuran yang jelas, mulai dari kebun, proses pengolahan, hingga pengiriman.
“Melalui pengawasan karantina yang optimal, kami memastikan lada putih Bangka Belitung memenuhi standar mutu, bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) serta memiliki nilai tambah yang berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan pendampingan yang dilakukan mencakup pemenuhan persyaratan teknis, pencegahan OPTK, serta pemenuhan keamanan dan mutu pangan.
"Kami secara proaktif memberikan pembaruan informasi terkait perubahan regulasi dan persyaratan negara tujuan ekspor, agar pelaku usaha dapat melakukan penyesuaian sejak dini dan memastikan keberterimaan komoditas di negara tujuan," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026