Pangkalpinang (ANTARA) - Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyebutkan luas lahan perkebunan lada putih di Kepulauan Babel  tersisa 36.595 hektare, sebagai dampak ekspansi perkebunan kelapa sawit dan penambangan timah.

"Kita terus mendorong pemerintah daerah untuk melakukan langkah memperluas lahan perkebunan lada untuk meningkatkan produksi komoditas ekspor ini," kata Kepala Perwakilan Kemenkeu Kepulauan Babel Syukriah HG di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia mengatakan berdasarkan data Perwakilan Kemenkeu Kepulauan Babel tercatat luas lahan perkebunan lada petani 2024 seluas 36.595 hektare dengan rincian tanaman belum menghasilkan 10.534 hektare, tanaman menghasilkan 19.909 hektare, tanaman tidak menghasilkan 6.152 hektare.

Sementara itu, luas perkebunan lada 2023 seluas 38.684 hektare, 2022 seluas 44.548 hektare, 2021 seluas 49.465 hektare, 2020 seluas 52.192 hektare dan 2019 seluas 52.688 hektare tersebar di Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka, Belitung dan Belitung Timur.

"Luas perkebunan lada ini setiap tahunnya berkurang sehingga berdampak terhadap produksi lada putih berkurang," katanya.

Ia menyatakan penurunan luas perkebunan lada ini tidak hanya dikarenakan ekspansi perkebunan kelapa sawit dan pertambangan tetapi juga karena berkurangnya jumlah pekebun komoditas unggulan ekspor daerah ini.

Jumlah pekebun lada putih di Kepulauan Babel selama 2024 sebanyak 41.916 orang, 2023 sebanyak 44.257 orang, 2022 sebanyak 51.358 orang, 2021 sebanyak 55.999 orang, 2020 sebanyak 61.891 orang dan 2019 sebanyak 62.672 orang.

"Saat ini pekebun lada ini didominasi petani lanjut usia, karena minat generasi muda untuk berkebun lada ini kurang," katanya.



Pewarta: Aprionis
Editor : Joko Susilo

COPYRIGHT © ANTARA 2026