Pangkalpinang (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan ekspor lada putih atau "muntok white pepper" Kepulauan Babel selama 2025 mencapai 1,37 ribu ton ke lima negara tujuan.
"Aktivitas ekspor lada putih selama 2025 masih cukup tinggi, karena berkualitas, memiliki cita rasa dan kepedasan yang tinggi. Adapun tujuan utama ekspor lada putih dari Babel meliputi Vietnam, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Taiwan," kata Kepala BKHIT Babel, Herwintarti di Pangkalpinang, Kamis.
Ia mengatakan berdasarkan data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology, volume ekspor lada putih Bangka Belitung sepanjang 2025 mencapai 1,37 ribu ton dengan frekuensi pengiriman 184 kali dan nilai ekonominya Rp180 miliar.
Sementara itu, lalu lintas komoditas lada putih untuk tujuan domestik mencapai 6.323 ton dengan pengiriman 308 kali dengan nilai nominal Rp535,89 miliar.
"Melalui program go ekspor, kami terus berperan aktif mendorong pelaku usaha lada putih, agar mampu menembus dan memperluas pasar ekspor secara berkelanjutan," katanya.
Ia menyatakan program go ekspor ini difokuskan pada penguatan kesiapan ekspor dari hulu hingga hilir, melalui pendampingan teknis, pengawasan karantina yang ketat, serta peningkatan pemahaman pelaku usaha terhadap persyaratan negara tujuan ekspor sesuai tindakan sanitari dan fitosanitari.
"Melalui program go ekspor ini, kami memastikan setiap tahapan produksi dan pascapanen lada putih Bangka Belitung memiliki ketertelusuran yang jelas, mulai dari kebun, proses pengolahan, hingga pengiriman," katanya.
