Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan menggenjotkan pengembangan perkebunan lada putih, guna mewujudkan ekonomi hijau untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah itu.
"Pertanian lada ini merupakan komoditas unggulan yang mempunyai potensi yang besar dalam pertumbuhan ekonomi daerah ini," kata Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Babel Erwin Krisnawinata di Pangkalpinang, Sabtu.
Ia mengatakan, konsep ekonomi hijau "Green Economy" ini mengajarkan kita bahwa bukan sekedar ikut-ikutan mengikuti trend masa kini, tetapi sebuah keniscayaan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan untuk masa depan.
"Ekonomi hijau ini merupakan sistem ekonomi yang mengutamakan pertumbuhan ekonomi sambil menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan sosial masyarakat," ujarnya.
Ia menyatakan, selama beberapa tahun, struktur ekonomi Bangka Belitung masih sangat bergantung pada sektor pertambangan timah. Sektor ini memang memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah. Namun di sisi lain, kita tidak dapat menutup mata terhadap tantangan lingkungan, ketimpangan sosial dan ketergantungan ekonomi yang ditimbulkan.
"Kita harus berani melakukan transformasi dan beralih dari ekonomi berbasis ekstraksi sumber daya alam yang tidak terbarukan menuju ekonomi yang menjaga keseimbangan berkonsep green economy," katanya.
Ia menambahkan, pemerintah dan masyarakat tidak bisa berbicara ekonomi hijau tanpa berbicara tentang kelestarian alam lingkungan.
"Konsep ini nyata berfokus pada pentingnya transformasi ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan ramah lingkungan, dengan penekanan pada pertumbuhan ekonomi yang sejalan dengan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan," katanya.
