"Bagi masyarakat yang ingin menjadi relawan harus terdaftar dulu ke penyelenggara Pemilu dalam hal ini KPU, sudah ada atau belum yang mendaftar tanya ke komisionernya,"Koba (Antara Babel) - Tim relawan dari masing-masing pasangan capres dan cawapres harus terdaftar di lembaga penyelenggara Pemilu untuk memudahkan pengawasan, kata Ketua Panwaslu Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, Anwar Efendi.
"Bagi masyarakat yang ingin menjadi relawan harus terdaftar dulu ke penyelenggara Pemilu dalam hal ini KPU, sudah ada atau belum yang mendaftar tanya ke komisionernya," katanya di Koba, Jumat.
Ia menjelaskan, relawan harusnya terdaftar karena terkait pertanggungjawaban pelaksanaan kampanye dan menghindari pelanggaran atau aktivitas kampanye yang tidak resmi.
Menurut dia, semua kegiatan kampanye di daerah wajib dipertanggungjawabkan tim kampanye nasional dan dilaporkan ke KPU dan Bawaslu.
"Kalau ingin menjadi relawan harus terdaftar di Bawaslu sesuai dengan tingkatan, mulai dari pusat hingga daerah," ujarnya.
Ia menyatakan, relawan itu kemungkinan berasal dari luar partai politik namun tidak bisa terpisah dengan tim kampanye pemenangan pasangan capres dan cawapres.
"Maka mereka wajib terdaftar di KPU untuk memudahkan pengawasan. Sementara yang menjadi tugas Panwaslu adalah mengawasi seluruh tahapan penyelenggaraan pemilu presiden," ujarnya.
Ia mengimbau warga wajib pilih bisa melihat namanya apakah sudah terdaftar di DPS dan DPT sehingga tidak ada yang golongan putih (golput) dengan alasan tidak terdaftar.
"Kami tentu mengharapkan penyelenggaraan pemilihan presiden pada 9 Juli 2014 yang diikuti dua pasangan calon presiden dan wakil presiden yaitu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla berjalan secara demokratis," ujarnya.
Selain itu, menurut dia, yang terpenting tidak ada pelanggaran dalam pemilihan presiden sebagai bentuk kedewasaaan dalam berdemokrasi yaitu menang bermartabat dan kalah terhormat.
Pewarta: Oleh AhmadiEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.